Menghindari kerusakan alam seperti kapal wisata menabrak terumbu karang
Papua No. 1 News Portal | Jubi
Sorong, Jubi – Pemerintah Provinsi Papua Barat meminta agar seluruh pelaku pariwisata menjaga kelestarian alam Kabupaten Raja Ampat yang merupakan destinasi wisata dunia. Kabupaten Raja Ampat adalah destinasi wisata dunia yang sangat terkenal dengan alam bawah lautnya.
“Kami berharap agar seluruh pelaku pariwisata yang beroperasi di Raja Ampat terutama kapal pesiar dan LOB atau kapal wisata agar tidak hanya menikmati keindahan alam saja, tetapi turut menjaga kelestarian alam,” kata Kepala Dinas Pariwisata dan kebudayaan Provinsi Papua Barat, Yusak Wabia, Kamis, (16/1/2020).
Baca juga : Raja Ampat ancam usir kapal perusak terumbu karang
Lagi, kapal pesiar kandas di terumbu karang Raja Ampat
Kandasnya Aqua Blu di Raja Ampat tak pengaruhi kunjungan wisata
Tercatat Rajamapat punya wilayah yang luasnya mencapai 46,108 kilometer persegi, 87 persen daerah itu merupakan laut yang terdapat 553 jenis terumbu karang. “70 persen jenis terumbu karang yang di Raja Ampat ada di dunia,” kata Wabia menambahkan.
Berdasarkan hasil penelitia menyebutkan Kabupaten Raja Ampat juga terdapat 1.456 jenis ikan karang, 699 jenis molusca, 5 jenis penyu dan 16 jenis mamalia laut.
Wabia menjelaskan salah satu upaya menjaga kelestarian alam Raja Ampat melibatkan masyarakat lokal yang menjadi pemandu wisata. Keterlibatan masyarakat lokal terutama pemandu wisata agar menghindari kerusakan alam seperti kapal wisata menabrak terumbu karang sebab masyarakat lokal yang mengetahui wilayahnya.
“Keindahan alam bawah laut kabupaten Raja Ampat yang kini dinikmati oleh seluruh dunia merupakan hasil komitmen masyarakat lokal untuk menjaga alam sejak dahulu hingga sekarang,” katanya. (*)
Editor : Edi Faisol
