Pdt. Lipiyus Biniluk: “Jangan Lagi Bunuh Rakyat Papua”

Jayapura (31/10)Persekutuan Gereja -Gereja di Papua (PGGP) meminta agar tak ada lagi pembunuhan terhadap rakyat Papua. “Penderitaan juga diharapkan tak lagi menimpa warga yang mendiami  wilayah paling timur ini,” kata Ketua Persekutuan Gereja -Gereja di Papua (PGGP), pendeta Lipiyus Biniluk saat menyampaikan khotbahnya dalam ibadah peringatan hari ulang tahun Majelis Rakyat Papua (MRP) ke-7, Rabu (31/10).

 

Masih dalam khotbah, Lipiyus berharap tak ada lagi korban jiwa di Papua. Pemerintah Papua diharapkan menghentikan konflik yang menimpa warga. “Melalui momentum peringatan ulang tahun ini, MRP berkoordinasi dengan Dewan Perwakilan Rakyat Papua (DPRP) dan Pemerintah Provinsi Papua untuk menyelesaikan konflik yang masih berkepanjangan di kawasan tertimur ini. Jangan lagi MPRP jalan sendiri dari DPRP dan pemerintah. Tapi, mari duduk sama-sama untuk selesaikan sejumlah kasus yang ada,” katanya.

 

Lipiyus menilai, masalah sering terjadi karena tak ada koordinasi yang baik antara DPRP, MRP dan Pemerintah Provinsi Papua. Dengan demikian, kepolisian kerepotan untuk mengatasi sejumlah konflik yang terjadi disejumlah daerah di Papua.

 

Pantauan arsip.jubi.id, ratusan warga memadati halaman kantor MRP. Mereka yang hadir datang dari tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh adat, tokoh perempuan, dan mahasiswa. Tak hanya warga, instansi pemerintahan serta Lembaga Swadaya Masyarakat juga hadir. Halaman kantor yang terbentuk berdasarkan UU Otonomi Khusus tahun 2001 itu penuh manusia. Acara diawali dengan ibadah bersama.

 

Peringatan HUT ini diberi tema ‘budayaku, identitasku.’Selanjutnya, sub tema yang tengah ditetapkan yakni dengan keragaman budaya di Papua, kita jadikan modal dasar membangun masyarakat Papua yang berkualitas, mandiri, maju, makmur dan sejahtera. (Jubi/Musa)

Related posts