Papua No. 1 News Portal | Jubi
Jayapura, Jubi – Puluhan umat Paroki Gembala Baik Abepura sudah mengantre di halaman paroki sejak pukul 9 pagi pada Senin, 16 Agustus 2021. Mereka datang untuk mengikuti vaksinasi Covid-19.
Giat vaksinasi Covid-19 diadakan Dewan Pastoral Paroki Gereja Katolik Gembala Baik Abepura dengan Dinas Kesehatan Provinsi Papua. Hingga pukul 15.53 WIT sebanyak 218 orang dari target 250 orang telah divaksin.
Dari jumlah tersebut vaksinasi tahap 1 (dosis pertama) untuk peserta dewasa 161 orang, remaja 39 orang, dan lansia 5 orang. Total suntikan tahap 1 berjumlah 205 orang. Sedangkan penerima vaksin tahap 2 sebanyak 13 orang.
Ketua Dewan Pastoral Paroki Gembala Baik Abepura, Ignasius Hasim mengatakan kegiatan vaksinasi Covid-19 merupakan program dari DPP Paroki Gembala Baik Abepura yang dilatarbelakangi karena melihat terus-menerus meningkatnya penyebaran Covid-19 di Papua, khususnya di Kota Jayapura.
BACA JUGA: 20.417 warga Kabupaten Jayapura sudah ikuti dua tahap vaksinasi COVID-19
Vaksinasi Covid-19 untuk umat, kata Hasim, juga lantaran melihat umat kesulitan mendapatkan vaksin. Sebab di tempat-tempat yang disiapkan pemerintah seperti di puskesmas, rumah sakit, dan tempat lainnya masyarakat kesulitan mendapatkan pelayanan vaksin.
“Karena itu, Dewan Paroki Gembala Baik Abepura, direstui pastor paroki, kita menggelar vaksin di lingkungan paroki dengan target 250 orang,” ujarnya.
Data per 14 Agustus 2021 dari Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Papua tercatat 39.539 orang tekonfirmasi Covid-19, 1.057 orang meninggal, dan 31.217 orang sembuh.
Sedangkan Satgas Covid-19 Kota Jayapura per 15 Agustus 2021 mencatat 12.682 warga Kota Jayapura terkonfirmasi Covid-19, sebanyak 256 orang meninggal, 2.141 dirawat, dan 10.085 orang sembuh.
“Kita berharap ini bagian dari gereja Katolik untuk mendukung program yang digalakkan pemerintah, baik pusat maupun daerah, untuk masyarakat ambil bagian,” katanya.
Menurut Hasim vaksinasi Covid-19 merupakan salah satu cara untuk bersama-sama mencegah penyebaran virus Covid-19 di Papua, khususnya di Kota Jayapura.
“Tidak ada pemerintahan sebuah negara melakukan suatu program maupun kebijakan untuk menghancurkan rakyatnya, tapi yang dilakukan pemerintah dan agama (gereja) untuk menyelamatkan rakyat dan menyelamatkan umatnya,” ujarnya.
Hasim mengimbau agar umat Katolik yang ada di lingkungan Paroki Gembala Baik Abepura tidak terpengaruh dengan diskusi-diskusi di ruang terbuka yang menyebutkan vaksin ada dampak-dampak negatifnya. Ia mengajak agar umat bersikap positif bersama-sama mencegah penyebaran Covid-19 dengan menerima vaksin Covid-19.
“Yang datang divaksin tidak hanya umat Katolik, tapi saudara-saudara kita yang dari gereja lain dan bahkan ada juga saudara-saudara dari muslim). Pada prinsipnya kita terbuka untuk siapa saja yang bersedia untuk divaksin. Kebetulan gereja Katolik ada di tengah-tengah sehingga akses lebih mudah untuk masyarakat untuk datang,” ujarnya.
Salah seorang umat, Leonardus Melles mengatakan ikut vaksinasi Covid-19 untuk meningkatkan kekebalan tubuh agar bisa terhindar dari penularan virus korona. Ia awalnya ragu disuntik vaksin Covid-19.
“Awalnya gugup tapi karena keinginan yang kuat untuk di vaksin, kita coba untuk siap mental dan diri,” katanya.
Sebelumnya Melles telah melakukan persiapan dengan beristirahat secukupnya. Setelah diperiksa petugas dan dinyatakan aman untuk menerima vaksin Covid-19 petugas menyuntikan vaksin Sinovac dosis pertama pada pukul 13.53 siang.
“Puji Tuhan semua baik-baik saja selama 30 menit setelah observasi,” ujarnya.
Menurut Melles vaksin Covid-19 sudah bagus karena telah melalui uji klinis sehingga sangat baik untuk mencegah penularan Covid-19. Untuk itu ia menyarankan bagi umat yang belum divaksin agar bersedia divaksin.
“Mau terima vaksin atau tidak itu tergantung dari diri sendiri, tapi kalau ko sayang ko pu diri mari siapkan mental dan hati untuk divaksin,” katanya.
Rendahnya antusias masyarakat untuk menerima vaksin, menurut Melles lantaran kurangnya sosialisasi.
“Butuh sosialisasi lagi untuk sasaran penerima vaksin, semoga ke depannya antusias atau animo masyarakat untuk menerima vaksin bisa bertambah,” ujarnya.
Umat lainnya, Elisa mengatakan tidak ada kekhawatiran untuk menerima vaksin karena sudah mencari informasi tentangan halangan untuk divaksin dan kejadian ikutan pasca vaksinasi yang akan timbul.
Sebelum menerima vaksin Elisa telah melakukan persiapan kesehatan fisik sambil tetap menjalankan 5M supaya yakin fit pada saat divaksin. Alasan ia ikut menerima vaksin supaya kekebalan tubuh terbentuk sehingga kalau terinfeksi korona resiko gejala berat bisa berkurang.
“Selain itu juga ada punya bayi, diharapkan bisa membentuk antibodi pada bayi lewat pemberian ASI,” katanya.
Elisa berpendapat vaksin Covid-19 penting untuk setiap orang karena selain membentuk kekebalan tubuh sendiri terhadap Covid-19, juga bisa memutus mata rantai penularan, mengurangi resiko virus Covid-19 bermutasi, dan diharapkan nantinya terbentuk herd immunity.
Data imunisasi Covid-19 di lima kabupaten dan kota pelaksana dan penunjang PON XX per 13 Agustus 2021, dari sasaran 648.622 orang sudah divaksin tahap 1 sebanyak 261.267 orang dan tahap 2 sebanyak 157.348 orang.
“Walaupun masih banyak yang belum mau divaksin, tapi jumlah masyarakat yang mau divaksin juga tidak kalah banyak, melihat antusiasme ini diharapkan jumlah yang divaksin bisa memadai dan jadwal pelaksanaan vaksin bisa banyak diketahui masyarakat,” ujarnya. (*)
Editor: Syofiardi
