Papua No. 1 News Portal | Jubi
Merauke, Jubi – Brigadir Polisi Kepala (Bripka) Marthen Sayori, satu dari sekian anggota di Polsek Jagebob, Kabupaten Merauke, Provinsi Papua diberikan tugas dan tanggung jawab sebagai Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban masyarakat (Bhabinkamtibmas) di Kampung Poo, salah satu kampung lokal orang asli Papua di Distrik Jagebob.
Selain melaksanakan tugas menjaga keamanan serta membaur bersama masyarakat setempat untuk kegiatan sosial lain, ternyata diberikan amanah serta tanggung jawab oleh atasannya menjadi seorang guru di SD Yayasan Pendidikan Persekolahan Katolik (YPPK) St. Fransiskus Xaverius Poo.
Amanah yang diberikan itu, diterima dan dijalankan tulus di depan kelas sebagai seorang ‘guru.’ Pria berpostur tubuh pendek dan subur itu, melaksanakan tugasnya dengan sungguh-sungguh membagi ilmu kepada anak didik di SD tersebut.
Dari pantauan Jubi, Sabtu (20/2/2021), terlihat Bripka Sayori dengan percaya diri mengenakan pakaian coklat, memasuki salah satu ruangan kelas di SD YPPK St. Fransiskus Xaverius Poo untuk mengajar.
Belasan anak dalam ruangan itu, menyambutnya dengan suka cita. Sepotong kapur tulis diambil sang polisi itu, sambil mengajak anak-anak melihat di papan.
Deretan beberapa kalimat ditulisnya. Sekaligus mengajak anak-anak membaca serentak. Suara pun menggema dalam ruangan. Kurang lebih satu jam, proses belajar mengajar dilangsungkan, khusus mata pelajaran Bahasa Indonesia.
Saat ditemui Jubi, Sayori mengaku kurang lebih dua tahun dipercayakan sebagai Bhabinkamtibmas di Kampung Poo.
“Setiap hari saya selalu bersama masyarakat. Lalu situasi di kampung aman dan kondusif tak ada gangguan,” ujarnya.
Selain memberikan pemahaman dan pengertian kepada masyarakat menjaga keamanan, juga membagi waktu mengajar di SD YPPK St. Fransiskus Xaverius Poo.
“Dalam seminggu saya mengajar satu sampai dua kali,” katanya.
Mata pelajaran yang diajarkan, selain Bahasa Indonesia, juga Wawasan Kebangsaan dan pelajaran lain.
“Ini adalah suatu panggilan untuk bisa mencerdaskan anak-anak Papua di sini,” ungkap dia.
Ditambahkan, langkah untuk mengajar di sekolah, selain karena panggilan, juga membantu para guru. Karena kadang kala guru tak masuk kelas, karena alasan tertentu.
Ditanya sampai kapan mengajar, Sayori mengatakan selagi masih diberikan kepercayaan sebagai Bhabinkamtibmas di Kampung Poo, Distrik Jagebob.
Baca juga: Guru SMPN I Okaba dampingi orang Papua buka sawah
Salah seorang guru di SD YPPK St, Fransiskus Xaverius Poo, Wensislaus Ipijay, ketika dimintai komentarnya mengakui jika Bripka Sayori mengajar di sekolah tersebut.
“Memang tidak rutin setiap hari, tetapi seminggu satu sampai dua kali,” katanya.
“Terimakasih banyak untuk Sayori yang bisa membagi waktu menjaga keamanan, juga mengajar di sekolah. Tentunya ini sangat membantu, karena kadang kala ada guru tak masuk sekolah,” katanya.
Dijelaskan, dalam situasi pandemic Covid-19 seperti begini, kegiatan belajar mengajar hanya berlangsung tiga kali seminggu selama dua jam dari pukul 08.00-10.00 waktu Papua. Lalu anak-anak selalu menjaga protokol kesehatan dengan selalu memakai masker, mencuci tangan serta menjaga jarak dalam ruangan kelas.
Ditambahkan, jumlah anak didik di SD YPPK St. Fransiskus Xaverius Poo sekitar 60 anak, dari kelas I-VI.
“Betul jumlahnya tidak terlalu banyak dan lebih mudah melakukan kontrol apalagi dalam situasi pandemi Covid-19 sekarang,” katanya. (*)
Editor: Dewi Wulandari






