Usai mahasiswa bertemu rektor, aktivitas kampus Unipa kembali normal

Mahasiswa Unipa Manokwari Papua Barat
Mahasiswa bersedia membuka palang, aktivitas kampus Unipa berjalan normal - Jubi/IST

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Manokwari, Jubi – Aksi menolak kuliah daring oleh mahasiswa berujung pemalangan kampus Universitas Papua (Unipa) di Manokwari, Papua Barat, sejak Senin (1/2/2021) lalu, berakhir damai dalam sebuah dialog antara mahasiswa bersama pimpinan universitas.

Rektor Unipa Manokwari, Meky Sagrim, mengatakan pihaknya akan segera berkoordinasi Kemendikbud di Jakarta terkait kelanjutan kuliah daring, khususnya di Unipa.

Read More

“Apakah kuliah daring berlanjut atau dihentikan dan perkuliahan berjalan dengan tatap muka, semua diharapkan bersabar menunggu. Tentunya keputasan yang diambil tersebut dengan mempertimbangan segala aspek agar tidak ada pihak-pihak, baik dosen, pegawai, maupun mahasiswa, yang dirugikan di masa pandemi Covid-19 ini,” ujar Sagrim, Rabu (3/2/2021) kemarin.

Terkait tuntutan pengurangan biaya SPP, Sagrim pun beri kebijakan khusus bagi mahasiswa yang tergolong kurang mampu agar tidak membayar SPP secara penuh dengan melengkapi sejumlah persyaratan. Salah satunya surat keterangan tidak mampu dari kelurahan.

“Permintaan untuk pengurangan biaya SPP akan kami bijaki agar mahasiswa yang  tidak mampu membayar SPP akan diakomodir supaya tidak membayar SPP secara penuh. Tentunya kebijakan ini diberlakukan setelah mahasiswa bersangkutan melengkapi pesyaratan yang diminta dan selanjutnya dapat melapor ke Wakil Rektor I pada tanggal 9 Februari 2021,” jelas Sagrim.

Setelah tatap muka antara mahasiswa dan Rektor Unipa dengan kesepakatan dua tuntutan tersebut, selanjutnya mahasiswa bersedia membuka palang di sejumlah bangunan kampus itu.

Baca juga: Kuota Internet Tak Disediakan Kampus Untuk Kuliah Daring, Ratusan Mahasiswa Unipa Segel Kantor Rektorat

Kepala Unit Keamanan Unipa Manokwari, Jhony Aninam, menerangkan dengan adanya dua kesepakatan pasca pertemuan mahasiswa dan Rektor Universitas Papua, mahasiswa bersedia melepas seluruh palang di kampus tersebut.

“Rektor sudah terima dan menjawab tuntutan mahasiswa, maka sejak Rabu kemarin sekira pukul 14.20 waktu Papua, mahasiswa bersama Rektor Unipa, telah membuka semua palang pada pintu gerbang kampus maupun pintu-pintu fakultas dan kantor rektorat,” ujarnya.

Dia juga menambahkan mulai Kamis (4/2/2021) ini, semua aktivitas kampus dapat berjalan normal.

“Atas nama pihak keamanan kampus, kami juga memberikan informasi bahwa aktivitas kampus Unipa  sudah berjalan normal kembali,” tuturnya. (*)

Editor: Dewi Wulandari

Related posts

Leave a Reply