Panen Musim Rendengan, 9.000 Ton Beras Petani Diserap

beras bulogMerauke, Jubi – Kepala Bulog Sub Divre Merauke,  Zaid El Sabali mengungkapkan, petani di kampung-kampung terutama di lokasi eks transmigrasi, sudah mulai melakukan panen padi pada musim rendengan (tanam pertama) terhitung sejak pertengahan Bulan Mei 2016 lalu. Dari hasil gadu yang digiling menjadi beras,  Bulog telah membeli sebanyak 9.000 ton atau menyerap sekitar 30 persen.

“Memang kita berharap sampai akhir Juni 2016, beras petani sudah bisa diserap hingga mencapai 50 persen,” ujar Sabali kepada Jubi di ruang kerjanya Selasa (14/6/2016).

Dijelaskan, berapapun beras milik petani yang telah digiling, siap dibeli Bulog Sub Divre Merauke dengan harga Rp 7.300/kg. “Itu sudah menjadi komitmen kami, setelah melihat juga hasil panen petani pada musim rendengan, sangat baik dibandingkan tahun-tahun sebelum,” ujar dia.

Dikatakan, salah satu persoalan yang tengah dihadapi petani di kampung-kampung adalah melakukan pengeringan gaba. Meskipun ada alat, namun masih terbatas. Sehingga petani hanya mengandalkan sinar matahari. Sementara, gabah yang dipanen, jumlahnya sangat banyak.

Ditambahkan, jika dalam pembelian dan gudang tidak mencukupi menampung beras, pihaknya akan mengusulkan kepada Bulog Sub Divre Papua agar beras yang ada di gudang, dapat digeser ke kabupaten lain di Selatan Papua. Sehingga dapat menampung beras petani sekarang yang sudah dipanen.

Ketua Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Merauke, Fransiskus Sirfefa mengatakan, dari hasil monitoring yang dilakukan, hasil panen petani, sangat baik dibandingkan tahun tahun sebelumnya.

“Saya optimis Bulog Sub Divre Merauke akan membeli semua beras milik petani di kampung-kampung sesuai harga yang telah ditetapkan,” katanya. (*)

Related posts