Papua No. 1 News Portal | Jubi
Jayapura, Jubi – Harga daging sapi lokal di pasar tradisional Kota Jayapura, Papua, dinilai masih stabil mencapai dengan harga Rp 130 ribu per kilogram. Hal itu lebih murah dibanding harga saat hari besar keagamaan, yang harga bisa mencapai Rp 150 ribu per kilogram.
“Kalau saya peternakan sendiri, makanya saya jual Rp 130 ribu sekilo. Tempat lain bahkan ada yang menjual Rp 140 ribu per kilogram,” ujar seorang penjual daging sapi di Pasar Hamadi, Mardan, di Pasar Hamadi, Distrik Jayapura Selatan, Sabtu, (13/6/2020).
Baca juga : Pembatasan aktivitas di Papua membuat naiknya harga kebutuhan pokok
Pembatasan aktivitas dikhawatirkan berdampak pada harga bapok
Bupati Deiyai tegaskan pedagang jangan naikkan harga sembako
Menurut Mardan, meski harga daging sapi masih standar, namun permintaan masyarakat menurun dampak dari pandemi virus corona. Hal itu diakui berdampak pada omzet penjualannya hingga 90 persen.
“Selama corona ini, satu bulan tidak sampai 100 kilogram. Padahal jika hari normal dalam satu pekan saya bisa jual tiga ekor,” kata Mardan menambahkan.
Terkait stok daging sapi, Mardan mengaku saat ini sangat melimpah, karena pembeli sangat kurang. Ia berharap virus corona segera berlalu sehingga usaha penjualan daging sapinya kembali ramai pembeli.
“Saya memilih tetap jualan untuk menutupi uang beras saja, kalau mau cari untung ini tidak ada. Biasanya kalau kalau setiap Sabtu paling rendah saya bisa jual 70 sampai 80 kilogram, hari ini hanya 11 kilogram saja,” katanya.
Seorang ibu rumah tangga, Marta, mengaku selama pandemi virus corona mengurangi mengkonsumsi daging baik sapi maupun ayam. Keluarganya memilih asupan sayur-masyur sebagai asupan gizi.
“Paling beli ikan, itupun jarang-jarang. Saya lebih memilih banyak makan sayur dan buah untuk daya tahan tubuh, kalau konsumsi daging sapi banyak kolesterol juga,” kata Marta.
Karyawan salah satu toko swalayan itu berharap upaya penanganan dan pencegahan yang dilakukan pemerintah daerah maupun stake holder dapat memutus penyebaran virus korona di Kota Jayapura.
“Saya berharap warga di Kota Jayapura mendukung dengan mentaati protokol kesehatan, seperti memakai masker, cuci tangan pakai sabun, selalu membawa aktiseptik, dan menjaga jarak,” ujar Marta. (*)
Editor : Edi Faisol






