Papua No. 1 News Portal | Jubi
Jayapura, Jubi – Kepala Divisi Regional Bulog Papua dan Papua Barat, Sopran Kenedi, mengatakan saat ini belum ada permintaan signifikan akibat virus corona.
“Belum keliatan ada lonjakan drastis. Stok beras ada 34 ribu ton untuk wilayah Papua dan Papua Barat. Khusus di Papua ada 26.400 ton untuk cadangan beras pemerintah ataupun beras komersial,” ujar Sopran, saat memantau stok beras di gudang Bulog bersama DPR Papua dan Satgas Pangan Papua, Jumat (27/3/2020).
Dikatakan Sopran, penyaluran rutin di kisaran 6.000 ton sampai 10.000 ton, maka stok yang dikuasai Bulog saat ini cukup untuk memenuhi empat bulan ke depan dalam menghadapi virus corona dan hari-hari besar keagamaan.
“Secara simultan Bulog akan terus melakukan penambahan stok dari Merauke, Sulawesi Selatan, dan Jawa Timur sekaligus pemenuhan dalam bantuan pangan non-tunai, dan ASN,” ujar Sopran.
Sopran mengaku siap melakukan kerja sama dengan instansi lainnya, pengencer, dan distributor guna menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan.
“Paling tidak menyediakan kebutuhan pokok secara cukup paling tidak untuk menstabilkan harga,” ujar Sopran.
Anggota Komisi II DPR Papua Bidang Ekonomi, Mustakim, mengajak masyarakat agar tidak panic buying karena memicu kenaikan harga pangan di tingkat pengencer.
“Saya imbau kepada pengencer dan distributor di Papua agar menjaga Papua tetap aman dan terkendali khususnya ketersediaan pangan. Kepada pengencer, jangan menaikkan spekulasi harga dan barang,” jelas Mustakim.
Mustakim mengimbau supaya tidak ciptakan situasi dan kondisi yang dapat menyulut masyarakat bertindak di luar hal-hal yang tidak diinginkan. (*)
Editor: Dewi Wulandari
