Papua No. 1 News Portal | Jubi
Jayapura, Jubi – Sejak diresmikan Presiden Jokowi pada Oktober 2019, jaringan Palapa Ring Timur belum meningkatkan kualitas dan memperluas sambungan internet di Papua. Dinas Komunikasi dan Informatika Papua menyatakan telah melaporkan masalah itu kepada Kementerian Komunikasi dan Informatika.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Papua, Jeri A Yudianto menyatakan pihaknya telah melaporkan belum berfungsinya Palapa Ring Timur di Papua itu kepada Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Kominfo. “Kami sudah komunikasikan lewat BAKTI Kominfo RI. Sampai saat ini kami belum mendapat konfirmasi terkait keluhan yang kami sampaikan,” kata Jeri melalui layanan pesan Whatsapp, Rabu (9/9/2020).
Menurutnya, daerah di Papua yang sudah menggunakan jaringan Palapa Ring Timur baru Kabupaten Asmat. Itupun, sambungan internetnya didapatkan dari jaringan Pemerintah Kabupaten Asmat. “Untuk mendukung kebutuhan selular belum bisa di distrik yang ada diluar ibukota kabupaten,” ujarnya.
Baca juga: Gubernur Papua minta Palapa Ring Timur menjangkau hingga pelosok daerah
Jeri menyatakan pihaknya ingin beraudiensi dengan Menteri Kominfo RI, untuk mengevaluasi jaringan Palapa Ring Timur. Jeri berharap audiensi itu bisa melibatkan para pimpinan daerah dan pemangku kepentingan terkait. “Sinergitas harus ada guna mempercapat penggunaan jaringan backbone,” kata Jeri.
Sebelumnya, Gubernur Papua Lukas Enembe meminta pemerintah pusat untuk segera menyelesaikan pembangunan Palapa Ring Timur agar seluruh pelosok Bumi Cenderawasih bisa menikmati layanan internet. “Saat ini yang bisa akses internet hanya daerah ibukota kabupaten. Sedangkan tingkat kecamatan tidak,” katanya.
Hal senada disampaikan General Manager Consumer Sales Telkomsel Region Maluku dan Papua, Alfon Oktriand. Dirinya mengatakan untuk Papua dan Maluku semua ibukota kabupaten sudah bisa menggunakan data internet lewat Palapa Ring, tapi untuk kecamatan terkendala.
“Mungkin kalau hanya untuk SMS dan telpon bisa, tapi akses internet sama sekali tidak bisa sehingga kapasitas Palapa Ring perlu ditambah. Secara perangkat, Telkomsel sudah siap, bahkan telah terpasang di kabupaten pegunungan. Dengan demikian, ketika Palapa Ring rampung otomatis langsung terkoneksi,” katanya. (*)
Editor: Aryo Wisanggeni G






