
Jayapura, Jubi – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Papua dan Papua Barat mengingatkan para pemegang saham segera mengajukan nama untuk mengisi kekosongan jabatan direksi Bank Papua, pasca dinonaktifkannya Direktur Utama Johan Kafiar dan Direktur Pemasaran Regina Aryesam.
Kepala OJK Papua dan Papua Barat Misran Pasaribu kepada wartawan, di Jayapura, Kamis (9/6/2016) mengatakan operasional Bank Papua yang kini hanya dikelola oleh dua direksi, diyakini tidak dapat berjalan maksimal sehingga pengisian kekosongan jabatan harus segera diisi.
“Kami dari OJK terus mendorong hal ini. Karena bagaimana mau jalankan operasional bank sementara direksinya hanya dua dari empat yang aktif,” katanya.
Menurut dia, saat ini pihaknya sudah menunggu pengusulan sejumlah nama oleh Pemegang Saham Pengendali (PSP), untuk selanjutnya di Uji Kelayakan dan Kepatutan (Fit and Propert Test).
“Semakin cepat diusulkan, akan semakin baik sebab dari sisi operasional pengelolaan, Bank Papua saat ini ‘pincang’,” ujarnya.
Menyinggung soal kriteria seorang direksi, Misran berujar, dari dalam maupun dari luar Bank Papua tak masalah.
Hanya saja, yang bersangkutan mesti memiliki kompetensi tinggi dibidang Perbankan serta memiliki integritas untuk mengangkat Bank Papua menjadi lebih baik dari sebelumnya.
“Intinya bagi kami siapa saja yang duduk baik orang dalam atau dari luar, itu kami serahkan kepada bank Papua. Yang terpenting disini adalah calon direksinya mesti memiliki profesionalisme tinggi dan tak ketinggalan memiliki kapabilitas yang baik di bidang Perbankan,” kata Misran.
Dia menambahkan pada prinsipnya OJK sangat terbuka soal siapa calon direksi Bank Papua. “Siapa pun boleh dan akan melakukan penilaian dalam Fit and Proper Test dengan sangat adil, hanya harapan kami yang terpilih nanti harus benar-benar profesional dan punya integritas,” tutupnya.
Sebelumnya, Bank Pembangunan Daerah Papua berencana menggelar rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) pada Juli 2016. Pelaksanaannya dipastikan akan berlangsung setelah usulan tiga nama calon direksi rampung dikerjakan.
Komisaris Utama Bank Papua Lipiyus Biniluk kepada wartawan, Rabu (8/6/2016) mengatakan saat ini pihaknya sementara sedang mempersiapkan tiga nama untuk diusulkan sebagai calon direksi baru.
“Hasil RUPS beberapa waktu lalu menyepakati penunjukan calon direksi baru, dipercayakan kepada Pemegang Saham Pengendali (PSP), yaitu Pemerintah Provinsi yang dalam hal ini Gubernur Papua Lukas Enembe,” katanya.
Soal tiga nama calon direksi yang akan diusulkan ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK), ujar Lipiyus, masih sementara digodok. Hanya ia memberi bocoran, para calon direksi yang akan diusulkan nanti sebagian merupakan orang dalam, sementara sisanya diambil dari luar Bank Papua.
“Tapi yang diambil adalah yang profesional dan berlatar belakang pekerja di Perbankan BUMN. Sebab kami ingin Bank Papua ini menjadi lebih berkembang dan profitnya meningkat guna mendukung pembangunan di negeri ini,” ujarnya. (*)




