Papua No. 1 News Portal | Jubi
Jakarta, Jubi – Turis Israel yang baru pulang plesir dari Uni Emirat Arab menceritaka pengalamannya, kehidupan malam dan seks di Dubai. Mereka menggambarkan Dubai sebagai Las Vegas di Timur Tengah. Khususnya terkait praktik prostitusi dan perdagangan seks yang tidak sesuai dengan ajaran negara Muslim Arab.
Sejak resmi menjalin hubungan diplomatik, UEA membolehkan warga Israel memasuki negaranya. Baik UEA maupun Israel telah menandatangani perjanjian soal penerbangan langsung dan perjalanan bebas visa, bersamaan dengan kesepakatan soal perlindungan investasi, sains dan teknologi.
Laporan menunjukkan bahwa 8.000 warga Israel melakukan perjalanan ke Dubai untuk merayakan Tahun Baru.
Baca juga : Media Israel sebut Arab Saudi hendak bujuk Indonesia normalisasi diplomasi
Maroko jadi negara Arab keempat berdamai dengan Israel
Ini tawaran bantuan uang AS, jika Indonesia berdamai dengan Israel
Mereka dilaporkan membawa ganja dan mariyuana ke UEA, meskipun undang-undang narkoba diberlakukan ketat di sana. Seorang warga Israel yang mengaku menyelundupkan narkoba ke Dubai mengatakan kepada media Israel Channel 12 bahwa dia tidak khawatir akan ditangkap.
“Yang kami lakukan hanyalah menyelundupkan ganja dan mariyuana untuk merayakan [Malam Tahun Baru] dan mabuk,” ujar wisatawna itu, Selasa (5/1/2021).
Ia menyebut yang dibawa bukan kokain, hanya sebagai obat-obatan ringan. “Aku tidak percaya kami akan mendapat masalah. Hukuman mati untuk beberapa ratus gram di dalam koper? Kami hanya merokok di kamar hotel,” katanya.
Menurut seorang penduduk Israel di Dubai, meningkatnya jumlah warga yang mengunjungi Dubai membuat mereka berpikir bahwa mereka berada di rumah dan dapat melakukan apapun di sana.
“Kebanyakan turis Israel di Dubai tidak memakai masker, tidak menjaga jarak sosial dan berisiko menerima denda yang sangat tinggi.”
Sekitar 50 ribu orang Israel telah mengunjungi UEA sejak perjanjian normalisasi ditandatangani pada September lalu. Pria-pria Israel dilaporkan berangkat ke Dubai dengan pemikiran prostitusi. Mereka menghabiskan waktu berpindah dari satu wanita ke wanita lain.
Sementara otoritas UEA menutup mata terhadap turis yang menghabiskan waktu di Dubai untuk tujuan seksual.
Ia mencontohkan, pada sore hari, puluhan perempuan duduk di kursi warna-warni di luar restoran dan bar di sekitar kompleks.
Data menunjukkan turis Israel yang kembali dari UEA dikenai biaya antara 1.800-2.000 dirham. “Alkohol, gadis-gadis dan pesta seks, mereka memilih apa pun yang mereka suka di iPad atau ponsel,” kata seorang warga Israel.(*)
CNN Indonesia
Editor : Edi Faisol
