Papua No. 1 News Portal | Jubi
Jayapura, Jubi – Dr. Ir. Apolo Safanpo, ST, MT kembali dilantik sebagai rektor Universitas Cenderawasih (Uncen) oleh Menteri Pedidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi. Pelantikan Safanpo untuk periode 2021-2025 tersebut dilakukan Menteri Nadiem Anwar Makarim secara daring Rabu, 15 September 2021.
Ini merupakan periode kedua sebagai rektor Uncen bagi Apolo Safanpo. Ia merupakan rektor sebelumnya (periode 2017-2021) yang diangkat pada 12 September 2017 dan dilantik pada 14 September 2017.
Safanpo kembali terpilih melalui pemilihan yang telah digelar senat Uncen yang dipimpin Profesor Kambuaya dan perwakilan Menristek Dikti pada Kamis, 12 Agustus 2021. Waktu itu ada tiga calon yang Safanfo dengan suara mayoritas 52 suara dari 57 suara atau 91 persen. Calon lainnya, Septinus Saa mendapatkan 5 suara (9 persen) dan Dr. Numberi 0 suara.
Menteri Nadiem dalam sambutan secara daring mengatakan perubahan adalah suatu hal pasti yang akan terjadi dan tidak dapat dihindari. Karena itu pengelola Perguruan Tinggi perlu memiliki cara pandang yang positif.
“Karena ini kita perlu menyikapi perubahan dengan optimistis agar mahasiswa Indonesia bersemangat menghadirkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat. Mari kita jadikan perubahan ini sebagai peluang untuk memberikan pelayanan yang terbaik,” katanya.
BACA JUGA: Apolo Safanpo kembali terpilih menjadi rektor Uncen
Nadiem menjelaskan, reorganisasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dengan penggabungan unsur Riset Teknologi sehingga menjadi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi perlu dijadikan sebagai peluang.
Penggabungan tersebut merupakan upaya pemerintah mendorong peningkatan kualitas pendidikan Indonesia mulai dari jenjang pendidikan dasar, menengah, sampai pendidikan tinggi.
“Selain itu penggabungan unsur riset dan teknologi juga memberikan peluang bagi kita untuk mengakselarasi peningkatan kualitas pendidikan tinggi kita, melalui program kampus merdeka dan penguatan kolaborasi, kita akan terus mendorong mahasiswa menjadi peneliti dan inovator yang andal di era teknologi informasi sekarang,” ujarnya.
Dalam acara itu Menteri juga melantik Dr. Mufrida Zein sebagai Direktur Politeknik Negeri Tanahlaut periode 2021-2025.
Kepada Rektor Uncen dan Direktur Politeknik Negeri Tanahlaut, Nadiem berharap agar pimpinan Perguruan Tinggi dapat menumbuhkan iklim Pendidikan Tinggi yang kreatif dan inovatif, serta mendorong seluruh civitas akademika di kedua Perguruan Tinggi untuk menjadi duta kampus merdeka demi lahirnya generasi yang cerdas dan berkarakter.
“Mari terus kita ciptakan peluang di segala kondisi dan menyatukan gerakan serentak untuk mewujudkan merdeka belajar,” katanya.
Pada kesempatan yang sama Mendikbud Ristek Nadiem juga melantik secara luring tujuh pejabat tinggi madya di lingkungan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi.
Mereka adalah Dr. Iwan Syahril, Ph.D sebagai Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, Jumeri, STP, MSi sebagai Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah, Wikan Sakarinto, ST,M.Sc, Ph.D sebagai Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi, Hilmar Farid, Ph.D sebagai Direktur Jenderal Kebudayaan, Dr. Chatarina Muliana Girsang, SH, SE, MH sebagai Inspektur Jenderal, Anindito Aditomo, S Pi, M. Phil, Ph.D sebagai Kepala Badan Standar Kurikulum dan Asesmen Pendidikan, dan Profesor E. Aminudin Aziz, MA, Ph.D sebagai Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.
Menteri mengucapkan selamat menjalankan tugas kepada ketujuh pejabat tinggi madya tersebut dan berharap semakin memperkuat konsolidasi internal dan kerja sama eksternal untuk memastikan pencapain tujuan dan target yang telah ditentukan kementerian.
Nadiem mengatakan keberadaan unit kerja baru, yakni badan standar kurikulum dan asesmen pendidikan menandai perubahan paradigma dalam evaluasi capaian belajar peserta didik.
“Kita perlu terus menyakinkan orang tua, guru, dan murid bahwa asesmen nasional tidak memberikan konsekuensi apa pun dan dirancang untuk mengevaluasi dan memetakan sistem pendidikan,” ujarnya.
Tingkatkan reputasi Uncen
Ketika mempresentasikan visi dan misi saat pemilihan rektor pada Senin, 21 Juni 2021, Apolo Safanpo mengungkapkan komitmenya mewujudkan visi dan misi Uncen menjadi pusat pendidikan, pengembangan Iptek, dan inovasi yang memiliki reputasi di tingkat regional, nasional, dan hingga internasional dengan menigkatkan riset dan publikasi ilmiah.
“Pada visi periode pertama kami target hanya sampai pada tingkat nasional, tapi ke depan dengan melihat peluang, kita dapat meningkatkan reputasi kita di tingkat internasional,” katanya saat itu.
Doktor Program Studi Teknik Sipil Universitas Diponegoro Semarang 2016 tersebut mengatakan selama kepemimpinan periode sebelumnya banyak hal yang sudah dilakukannya. Di antaranya peningkatan kesejahteran dosen dan pegawai, peningkatan layanan administrasi, pembinaan dan pengembangan kegiatan mahasiswa, penataan dokumen perencanaan dan pengelolan aset, dan peningkatan pengelolaan keuangan yang akuntabel dan transparan.
Selain melakukan transformasi kapasitas kemampuan pegawai dari manual ke digitalisasi. Safanpo menagatakan juga dalam dua tahun terakhir berupaya meningkatkan status Univesitas Cenderawsasih sari Satuan Kerja (Satker) menjadi Badan Layanan Umum (BLU) melalui empat inovasi, yaitu inovasi di bidang kebijakan, regulasi, strategi, dan inovasi di bidang pendanaan.
Ke depan dalam satu pokok program kerja di bidang mutu dan daya saing, Safanpo mengatakan akan mendorong upaya pemutakhiran kurikulum menuju kampus merdeka dan merdeka belajar. (*)
Editor: Syofiardi






