Menkopolhukam Ajak Tokoh Agama Perangi Narkoba

Suasana Tatap Muka Tokoh Agama Kristen Dengan Menkopolhukam, Luhut Binsar Pandjaitan - Jubi/Alex
Suasana Tatap Muka Tokoh Agama Kristen Dengan Menkopolhukam, Luhut Binsar Pandjaitan – Jubi/Alex

Jayapura, Jubi – Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Luhut Binsar Pandjaitan mengajak para tokoh agama (pendeta) di seluruh Tanah Papua, untuk gencar memerangi narkoba melalui khotbah khotbah di gereja.

“Saya ingin mengajak para pendeta untuk melihat ancaman narkoba. Saya ingin hal ini dibawa dalam setiap khotbah di gereja guna sampaikan kepada jemaat akan bahaya narkoba karena ujung ujungnya menyangut pada penyakit HIV,” kata Luhut Binsar Pandjaitan saat tatap muka bersama para tokoh agama kristen, di Jayapura, Kamis (16/6/2016).

Menurut Luhut, saat ini ancaman narkoba di Indonesia sudah sangat parah, dimana 5,9 juta orang terjerat narkoba dan sekitar 30 hingga 50 orang yang meninggal setiap hari karena barang haram tersebut.

“Sekarang di Papua cukup besar kasus ini, untuk itu saya ingin sampaikan pesan ini,” ucapnya.

Lanjutnya, saat ini yang menghuni penjara akibat narkoba sudah mencapai 69 persen. Disamping itu 75 persen masalah narkoba itu muncul dari dalam penjara.

“Untuk itu para pendeta perlu menyampaikan kepada jemaat mengenai narkoba. Apalagi peningkatan kasus narkoba sangat besar, dimana hampir 14 persen dan ini sejalan dengan peningkatan ekstasi 350 persen (2015) begitu juga dengan shabu 280 persen,” kata Luhut.

Dia menambahkan narkoba dikonsumsi oleh semua golongan sehingga pendeta memiliki peran penting untuk mengingatkan setiap jemaatnya sesuai dengan isi Alkitab.

Selain narkoba, Luhut tekankan, masalah HIV juga harus menjadi perhatian setiap tokoh agama di Papua. Sebab, dilihat dari presentasenya sudah sangat tinggi. Bisa saja masalah ini muncul dari suami ke istri, istri ke suami yang akhirnya sampai pada anak.

“Kalau hal ini sudah terjadi habislah keluarga itu,” katanya.

Dia menambahkan kasus HIV di Papua sangat tinggi (3,2 persen).

“Oleh karena itu, kalau saya boleh usul thema masalah ini tetap dibawa dalam jemaat sehinga bisa dipahami kalau penyakit ini sangat berbahaya,” tutupnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Papua Klemen Tinal mengatakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua mengakui peran gereja sangat penting, dimana pendeta dan misionaris sejak awal berada di garda terdepan dalam memperkenalkan agama, pendidikan hingga pemerintah.

“Di wilayah-wilayah pedalaman, agamalah yang mengajarkan soal pendidikan dan nilai hidup lainnya sehingga keberadaannya harus dilindungi,” kata Tinal.

Untuk itu, ujar Tinal, pihaknya pun meminta kepada para tokoh agama Kristen agar mengingatkan tokoh agama lainnya dalam menjaga keamanan wilayah Bumi Cenderawasih.

“Keamanan ini bukan saja soal fisik, namun dalam bentuk rohani sehingga tidak hanya menjadi tugas pemerintah dan aparat keamanan, tetapi juga pihak gereja,” ucapnya.

Dia menuturkan tidak hanya persoalan keamanan, namun bahaya narkoba, HIV/AIDS juga menjadi tanggung jawab tokoh agama khususnya pendeta untuk mengingatkan umatnya.

“Tokoh agama dan pendeta harus membantu pemerintah dalam meningkatkan pembangunan wilayah dengan mengingatkan umatnya,” katanya. (*)

Related posts