
Jayapura, Jubi – Pemerintah Provinsi Papua melalui Badan Pemberdayaan Masyarakat Kampung (BPMK), menganjurkan masyarakat yang berdomisili di wilayah pegunungan untuk membuka kebun kopi, menggarap dan mengembangkannya secara baik.
Kepala BPMK Papua Donatus Motte, mengatakan permintaan kopi asal Papua sangat tinggi baik dalam negeri maupun luar negeri. Karena itu, paling tidak setiap kampung harus punya 2 hektar kebun kopi.
“Ini sifatnya kebun bersama, tapi jika ada kebun milik sendiri wajib tanam kopi,” kata Motte, di Jayapura kemarin.
Untuk wujudkan ini, dirinya minta para kepala daerah memberi dukungan. Apalagi saat ini dana desa untuk Papua lebih besar jika dibandingkan tahun lalu.
“Dengan adanya kebun kopi binaan bersama, sangat diharapkan mampu memenuhi permintaan dari manca negara maupun dalam negeri,” ucapnya.
Gubernur Papua Lukas Enembe menginginkan seluruh potensi yang ada di atas tanah Papua, seperti sagu dan kopi dikembangkan secara baik, guna meningkatkan sektor perekonomian masyarakat.
“Kualitas sagu dan kopi Papua tak perlu diragukan lagi, namun yang perlu kita pikirkan adalah bagaimana cara mengembangkannya dengan baik,” kata Enembe.
Dalam mewujudkan pengembangan sagu dan kopi tersebut, ujar Enembe, perlu didukung kualitas sumber daya manusia yang mumpuni. Apalagi fokus kedepan pemerintah Papua adalah mendorong sektor ekonomi, sehingga seluruh potensi ini dapat dikembangkan untuk orang Papua.
“Memang SDM kita masih rendah, sehingga memerlukan pelatihan dan bimbingan dari orang-orang yang mempuntai keahlian di bidang ini,” ujarnya. (*)
Editor: Syam Terrajana






