Jayapura, Jubi – Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Papua meminta masyarakat adat untuk tidak mudah memberikan izin dengan sebatas melakukan pelepasan adat, untuk suatu pembangunan baik rumah maupun tempat usaha.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Papua, Martha Mandosir mengatakan banyak daerah di Kota Jayapura yang rawan tanah longsor, seperti di kawasan Apo dan Dok IX sehingga perlu kesadaran dari masyarakat.
“Pak wali kota sudah cukup keras menegakkan peraturan, tapi semuanya akan kalah ketika masyarakat mengklaim bahwa ini miliknya dan kemudian memberikan izin pembangunan tanpa melalui kajian mendalam,” kata Mandosir, di Jayapura kemarin.
Untuk itu, ujar ia, semua pihak memiliki tanggung jawab, khususnya media massa dalam memberikan informasi kepada masyarakat terkait langkah-langkah pencegahan tanah longsor maupun banjir.
“Media harus menjadi corong dalam mengimbau kepada masyarakat agar tidak semena-mena menggunakan haknya untuk mengambil atau menjual kawasan tanpa melakukan peninjauan lebih dulu,” ujarnya.
“Jika kita hanya mengandalkan kekuasaan, lalu mengambil batu, kayu atau apa saja tanpa berfikir efek sampingnya, maka sadar tidak sadar akan mendatangkan bencana di kemudian hari,” sambungnya.
Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam ( BKSDA) Papua, Erward Sembiring mengatakan bencana banjir bandang yang menerjang beberapa wilayah Sentani, Kabupaten Jayapura beberapa waktu lalu harus menjadi bahan evaluasi semua pihak.
“Oleh sebab itu, saya mengajak semua pihak untuk bersama-sama menjaga dan menyelamatkan sumber-sumber air yang ada di Kabupaten maupun Kota Jayapura,” kata Edward.
Menurut ia, seorang wartawan bisa mempengaruhi orang lain melalui tulisan di media elektronik maupun koran. Wartawan dan media massa dinilainya mampu mengubah cara pandang masyarakat, agar tergerak melindungi dan merawat sumber pemberi air yaitu gunung Cycloop.
“Ke depan kami akan selalu libatkan media dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat, terkait upaya penyelamatan sumber daya air yang ada,” ujarnya. (*)
Editor: Syam Terrajana
