Papua No.1 News Portal | Jubi
Port Moresby, Jubi – Mantan Perdana Menteri Papua Nugini, Peter O’Neill, dan tokoh-tokoh politik regional lainnya menyesalkan kegagalan dalam mencapai konsensus pada pertemuan Forum Kepulauan Pasifik (Pacific Islands Forum/ PIF) terbaru.
Hal ini terjadi setelah pemimpin-pemimpin Mikronesia pekan lalu mengumumkan rencana mereka untuk mengundurkan lima negara mereka dari badan regional utama itu, setelah kandidat mereka tidak terpilih untuk jabatan teratas PIF.
Presiden-presiden dari Nauru, Federasi Mikronesia, Kiribati, Kepulauan Marshall, dan Palau menerangkan bahwa, menurut mereka, negara-negara Pasifik Selatan tidak menghormati kesepakatan tidak mengikat dalam organisasi tersebut untuk menggilirkan pemegang jabatan sekretaris jenderal PIF di antara sub-wilayah, dan bahwa sekarang adalah giliran Mikronesia.
Selang pertemuan puncak daring pekan lalu, dimana para pemimpin negara-negara PIF yang tidak dapat mencapai kesepakatan mengenai siapa yang akan ditunjuk sebagai Sekretaris Jenderal, perkara tersebut lalu dilanjutkan dengan pemungutan suara. Pemilihan itu kemudian dilakukan dengan cara pemungutan suara rahasia yang dimenangkan oleh mantan perdana menteri Kepulauan Cook, Henry Puna. Puna mengalahkan diplomat asal Kepulauan Marshall, Gerald Zackios, dengan suara 9:8.
“Kebiasaan yang lazimnya untuk menunjukkan posisi sekretaris jenderal PIF adalah bergiliran di antara tiga wilayah Pasifik, yaitu Melanesia, Mikronesia dan Polinesia,” jelas O’Neill, seorang politisi veteran yang telah menghadiri pertemuan pemimpin PIF berulang kali.
“Pemimpin-pemimpin yang baru mengenal tradisi itu perlu belajar untuk menghargai dan menghormati ini demi solidaritas dan persatuan di Pasifik.”
Ini bukan pertama kalinya jabatan puncak PIF itu diputuskan melalui pemungutan suara. Pada 2002, perwakilan dari Australia, Greg Urwin, diangkat setelah isu tersebut dilanjutkan ke pemungutan suara. Teori penggantian giliran subwilayah PIF juga tidak diterapkan saat itu.
Tetapi O’Neill mengatakan bahwa pengambilan suara seperti ini bukanlah sesuatu yang dipilih di tingkat pemimpin di PIF.
“Kami selalu ingin mencapai keputusan yang konsensus dengan cara Pasifik, melalui kompromi,” tekannya.
Setidaknya satu pemimpin Mikronesia telah menuduh Selandia Baru dan Australia gagal berkompromi di pertemuan PIF.
Diperlukan waktu satu tahun bagi Kiribati, Kepulauan Marshall, Federasi Mikronesia, Nauru, dan Palau untuk menyelesaikan formalitas pengunduran diri. (RNZI)
Editor: Kristianto Galuwo
