
Papua No. 1 News Portal | Jubi
Buka, Jubi – Seorang mantan komandan pasukan Bougainville Revolutionary Army berkata ia percaya dapat menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman, yang diperlukan untuk memungkinkan kehadiran investor di Bougainville.
Ishmael Toroama akan mencalonkan diri sebagai presiden Bougainville untuk kedua kalinya, pada 2015 ia juga maju dan memenangkan urutan kedua setelah John Momis.
Bougainville akan melaksanakan pemilunya tahun ini, pada Agustus mendatang, setelah keputusan diambil untuk menunda pemungutan suara itu selama dua bulan akibat keadaan darurat Covid-19.
Toroama menegaskan fokusnya adalah pada Perjanjian Perdamaian Bougainville dan persyaratan kesepakatan itu, bahwa pemerintah harus transparan dan bertanggung jawab, bahwa aturan hukum harus benar-benar diberlakukan dan dipatuhi, serta penegakan HAM direalisasikan.
Toroama mengatakan bahwa ia akan mengembangkan aturan hukum dengan tegas, sehingga mereka dapat menarik investasi asing dan ekonomi Bougainville bisa berkembang.
Dia juga menambahkan bahwa keputusan pemerintah untuk menunda pemilu itu ilegal.
Awal pekan ini kantor pemilihan umum Bougainville meminta semua kandidat dan caleg untuk menunda kampanye mereka karena hal itu bisa membingungkan masyarakat.
Pendaftaran pencalonan baru akan dibuka bulan depan. (RNZI)
Editor: Kristianto Galuwo






