
Jayapura, Jubi – Pemerintah Provinsi Papua terus mengingatkan kepada mahasiswa Papua yang menempuh pendidikan di kota studi Yogyakarta (Jogja) maupun Manado dan kota-kota studi lainnya di Indonesia, untuk berbaur dengan masyarakat dan budaya setempat.
Terlebih mahasiswa Papua yang menempuh pendidikan di Kota Gudeg (Jogja) yang telah mendapat perlakuan khusus dari Raja Keraton Yogyakarta, Sultan Hamengku Buwono X.
“Pak Sultan selalu melibatkan anak-anak Papua mengikuti kegiatan-kegiatan keraton, tentu kekerabatan ini harus dijaga dengan masyarakat setempat juga,” kata Kepala Biro Umum Setda Papua, Elisa F Auri, di Jayapura, Minggu (21/2/2016).
Bahkan, ujar Auri, Sultan Hamengku Buwono sangat menghormati budaya-budaya Papua, dengan melibatkan anak-anak Papua untuk menampilkan berbagai busana atau atribut adat dalam berbagai kegiatan Keraton.
“Ya, memang ada satu kedekatan tersendiri dengan Sultan, meski mereka dianggap sering mengganggu ketertiban umum di kota Jogja,” ucapnya.
Dengan adanya kedekatan antara Sultan Hamengku Buwono X dengan para mahasiswa Papua di Yogyakarta, Pemprov Papua mengharapkan para mahasiswa Papua bisa membantu menjaga ketertiban kota tersebut.
“Banyak mahasiswa Papua yang menikah dengan orang Jogja dan sekitarnya, apalagi dari sisi agama hampir sama,” ucapnya lagi.
Saat ini hampir 10 ribu mahasiswa Papua yang kuliah di Yogyakarta, setelah Jogja adalah Manado yang mencapai hampir 10 ribu. “Dari data kita 2011, mahasiswa Papua yang kuliah di Manado sudah mencapai 8 ribu orang. Selain itu, kami minta mereka setelah lulus untuk pulang cepat agar bisa mengabdi di kabupaten masing-masing,” kata Auri.
Sebelumnya, Legislator Papua, Carolus Bolly meminta keberadaan asrama mahasiswa Papua harus menjadi perhatian bersama untuk bagaimana menjaga dan tidak merusak bangunan, fasilitas dan sebagainya, mengingat sudah jadi aset pemerintah provinsi Papua.
“Semua mahasiswa berkewajiban untuk menjaga dengan baik. Jangan hanya ulah segelintir orang atau oknum asrama jadi sasaran. Ini yang harus kita jaga bersama,” kata Bolly. (Alexander Loen)




