
Jayapura, Jubi – Tak hanya disiapkan menjadi tenaga kerja siap pakai, lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dituntut untuk mampu menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) dengan menjadi entrepreneur atau pengusaha.
Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Elias Wonda, di Jayapura, Selasa (10/5/2016) menyikapi kelulusan peserta Ujian Nasional tingkat SMA, SMK dan MA di Kota Jayapura yang dinyatakan lulus 100 persen.
Menurut Wonda, lulusan SMK diyakini dapat mengurangi pengangguran di Papua, karena itu, mereka tidak boleh punya cita-cita untuk kuliah usai lulus sekolah.
“Keterampilan merupakan salah satu model pembelajaran yang mengedepankan konsep wirausaha, sehingga menuntut siswa untuk berkontribusi bagi masyarakat sekitar,” ujarnya.
Dengan harapan, kompetensi siswa SMK diharapkan mampu menuntaskan permasalahan tenaga kerja di lingkungannya.
“Oleh karena itu, kami memberdayakan semua potensi yang dimiliki oleh sekolah untuk menjadikan sistem pendidikan lebih bermutu, mengingat lulusan SMK lebih ditekankan siap di dunia kerja dan berwirausaha secara mandiri,” ujarnya lagi.
Sebelumnya, Asisten Bidang Perekonomian dan Kesejahteraan Sekda Papua, Elia Loupatty berharap SMK se-Papua mempunyai keterampilan dan kompetensi, dengan harapan setelah lulus dapat berwirausaha.
“Pemerintah mengharapkan SMK harus diarahkan untuk berwirausaha, terutama kepada anak-anak asli Papua,” kata Elia.
Untuk itu, Elia meminta Dinas Pendidikan provinsi, kabupaten dan kota untuk dapat memberikan motivasi langsung seperti pemberian bantuan dalam bentuk bahan atau barang yang diperlukan.
“Ini untuk persiapkan mereka ketika lulus dapat menata usaha mereka sendiri,” ujarnya. (*)




