
Merauke, Jubi- Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Merauke, Antonis Kaize mengungkapkan, logistik pemilu baik surat suara maupun yang lainnya, saat ini sedang di cetak dan dalam waktu tidak terlalu lama lagi, sudah tiba disini.
Demikian disampaikan Anton kepada Jubi di kantornya Jumat (23/10/2015). Dikatakan, jika sudah dikirim dan dinyatakan lengkap, maka pada H-10 akan dilakukan pendropingan ke 446 tempat pemungutan suara (TPS) yang tersebar di 160 kampung, delapan kelurahan serta 20 distrik.
“Kami juga melakukan koordinasi dengan aparat keamanan baik TNI/Polri untuk membantu saat proses pendropingan ke kampung-kampung. Karena pengiriman juga dilakukan melalui darat, laut maupun udara. Kita harus akui bahwa terdapat beberapa daerah yang sangat sulit dijangkau. Sehingga bagaimanapun juga, logistik pemilu perlu dikawal ketat hingga sampai ke tempat tujuan,” katanya.
Lebih lanjut Anton menjelaskan, daftar pemilih tetap (DPT) sudah ditetapkan yakni mencapai kurang lebih 150.000-an orang yang akan menyalurkan hak pilihnya memilih pemimpin Merauke pada tanggal 9 Desember 2015 mendatang.
“Memang saat daftar pemilih sementara (DPS) dimasukan, kita mendapatkan tanggapan dari berbagai kalangan termasuk tim sukses dari kedua pasangan calon. Karena terjadi pendobelan nama. Sehingga kami meminta rekomendasi dari Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) agar memberikan kelonggaran waktu untuk dilakukan perbaikan,” tuturnya.
Waktu satu minggu itu, demikian Anton, dimanfaatkan dengan memerintahkan Panitia Pemungutan Suara (PPS) memastikan dugaan pendobelan nama dengan mendatangi rumahnya. Dan, hasilnya terdapat kurang lebih 5000-0an, nama yang dobel sehingga langsung dicoret dan dipastikan tidak digunakan.
Kapolres Merauke, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Sri Satyatama mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan anggota yang nantinya akan melakukan pengawalan terhadap logistik pemilu hingga sampai ke kampung-kampung.
“Kita juga sedang memikirkan jangan sampai pada saat pendropingan logistik pemilu, musim hujan datang. Itu juga harus diantisipasi sehingga tidak terjadi persoalan nanti,” katanya. (Frans L Kobun)