Lima kawasan adat diminta kembangkan komoditas unggulan

Portal Berita Tanah Papua No. 1 | Jubi ,

Jayapura, Jubi – Pemerintah Provinsi Papua meminta lima kawasan adat untuk mengembangkan komoditas unggulan secara optimal karena memiliki keunggulan komperatif yang mampu meningkatkan ekonomi daerah, dan pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Gubernur Papua Luas Enembe, mengatakan penetapan suatu komoditas unggulan daerah harus disesuaikan dengan potensi sumber daya alam (SDA) yang dimiliki, dan mempertimbangkan potensi sumber daya manusia (SDM).

"Dengan begitu daerah akan memiliki produktivitas tinggi dan dapat memberikan nilai tambah. Serta berdampak positif bagi kesejahteraan masyarakat," kata Enembe, di Jayapura, Selasa (6/12/2016).

Agar berjalan maksimal, ujar ia, Pemerintah Provinsi Papua melakukan pendekatan pembangunan berbasis lima wilayah adat, karena setiap kabupaten memiliki komoditas unggulan berbeda-beda.

Menanggapi itu, Enembe meminta Badan Percepatan Pembangunan Kawasan Papua mendorong adanya sinergitas antar sektor yang harus terus ditingkatkan guna menghasilkan hal yang positif bagi masyarakat Papua. 

"Hal ini dilakukan dengan tujuan mempercepat pengembangan komoditas melalui kegiatan orientasi lapangan yang sudah dilaksanakan di berbagai daerah," tambahnya.

Sementara itu, Asisten Bidang Perekonomian dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Papua Elia Loupatty, mengatakan di era otonomi daerah, pembangunan ekonomi daerah menghadapi tantangan, baik dalam daerah maupun dari luar daerah, seperti masalah kesenjangan dan isu globalisasi.

"Isu globalisasi ini menuntut setiap daerah untuk mampu bersaing di dalam dan luar negeri. Hal ini berimplikasi pada provinsi, kabupaten dan kota untuk melaksanakan percepatan pembangunan ekonomi daerah secara terfokus melalui pengembangan wilayah," kata Elia. (*)

Related posts