Papua No. 1 News Portal | Jubi
Jakarta, Jubi – Pemerintah Kuwait mulai mengizinkan perempuan bergabung dengan pasukan tempur militer. Sebelumnya kebijakan kebebasan perempuan Kuwait masih memberikan peran perempuan dalam angkatan bersenjata terbatas pada peran sipil saja.
“Waktunya telah tiba bagi perempuan Kuwait untuk diberikan kesempatan memasuki militer Kuwait berdampingan dengan saudara laki-laki mereka,” kata Menteri Pertahanan Kuwait, Hamad Jaber al-Ali al-Sabah dalam sambutnya yang disiarkan kantor berita negara, KUNA, Selasa (12/10/2021) kemarin.
Baca juga : Negara ini satu-satunya di dunia gratiskan pembalut-perempuan
Jurnalis perempuan di dunia alami kekerasan secara daring selama pandemi
Aktivis perempuan Arab Saudi ini bebas usai dipenjara 1001 hari
Dengan izin itu kaum perempuan boleh bergabung dengan barisan tempur, termasuk menjabat sebagai perwira militer. Dia menegaskan keyakinannya pada “kemampuan perempuan untuk menanggung setiap tantangan.”
AFP menyebutkan Kuwait menjadi salah satu negara mayoritas Muslim di Timur Tengah yang terus memperluas peran perempuan di masyarakat. Pada 2005, negara itu mulai memberikan hak memilih bagi kaum perempuan sehingga aktif dalam jabatan pemerintahan dan parlemen. Meski hingga kini, belum ada perempuan Kuwait yang mendapat kursi di parlemen.
Tidak seperti negara Teluk Persia lainnya, parlemen Kuwait menikmati kekuasaan legislatif dan anggota parlemen mereka dikenal kerap menentang pemerintah dan bangsawan.
Sejak beberapa tahun lalu, Kuwait juga mulai mengizinkan wanita bekerja di sektor yang selama ini didominasi laki-laki, termasuk menjadi anggota polisi dan anggota militer namun dengan peran terbatas. (*)
CNN Indonesia
Editor : Edi Faisol





