
Dogiyai, Jubi – Ketua KPU Provinsi Papua Adam Arisoy mengingatkan agar tahapan perekrutan Panitia Pemilihan Distrik (PPD) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS) tidak terprovokasi oleh kepentingan politik apapun.
Ia mengatakan KPUD Dogiyai harus patuh pada peraturan perundang-undangan yang berlaku. Tahapan seleksi penyelenggara di tingkat bawah juga harus netral, jujur, adil dan profesional.
“Kalau KPU bekerja jujur, adil dan profesional pasti pilkada aman dan lancar . Yang paling penting adalah kerja dengan jujur dan akhirnya bisa terpilih bupati dan wakil Dogiyai, sebab siapapun terpilih nanti itu adalah bupati terbaik,” katanya belum lama ini di Dogiyai.
Menurut dia sistem pemilu sebelumnya berbeda dengan pemilu kali ini. Perekapan suara pemilu sebelumnya setelah direkap dari KPPS, naik lagi PPS kemudian PPD hingga KPU.
“Begitu prosesnya yang panjang sehingga banyak suara yang hilang akhirnya sering terjadi masalah. Tetapi sekarang hasil rekapan dari KPPS langsung diantar ke KPU. Jadi, proses ini juga memimanisir kehilangan suara yang akhirnya terjadi masalah,” katanya.
Ketua KPU Kabupaten Dogiyai Mathias Butu mengatakan pihaknya siap menjalankan tahapan perekrutan PPD dan PPS serta pendaftaran bakal calon secara jujur, adil dan berintegritas.
“Tak ada titipan atau unsur-unsur dari pihak manapun. Kami profesional dan independen,” katanya.
Oleh karena itu, ia meminta kepada semua elemen masyarakay agar terus mengawal seluruh tahapan pilkada, baik perkrutan PPD maupun PPS agar tidak menimbulkan prasangka buruk. (Agus Tebai)