Papua No. 1 News Portal | Jubi
Sentani, Jubi – Mantan atlet nasional Cabang Olahraga ( Cabor) Bola Volly Papua, Kartika Monim mengatakan pembinaan dan pengembangan olahraga bagi atlet daerah harus rutin dilaksanakan. Tidak mendadak ketika menghadapi iven-iven daerah maupun nasional.
Momentum PON XX tahun lalu, kata perempuan yang akrab disapa Tika ini, telah meninggalkan luka di hatinya. Sebab Cabor Volly Papua lebih banyak menggunakan atlet dari luar. Dirinya sangat kecewa.
” Papua ini gudangnya atlet, sekarang bagaimana dengan sistem pembinaan dan pengembangan yang diterapkan, ” ujar Kartika di Sentani. Sabtu (29/1/2022).
Perempuan kelahiran 4 januari 1963 asal Kampung Putali ini tidak diragukan sepak terjangnya di kancah olahraga Volly. Dia mengawali karir olahraganya melalui pertandingan antar Kampung ( tarkam) pada era 80an.
Baca juga:
-8 atlet legendaris Papua pembawa api dan bendera PON XX merasa tidak dihargai
Talenta dan bakat yang luar biasanya ini mengantarkan Tika mengikuti Pekan Olahraga Daerah (Porda) hingga membela tim Irian Jaya ( Papua) pada PON X di Jakarta. Puncak karir olahraga yang bikin namanya tersohor di seantero Nusantara ini ketika membela Timnas Volly Indonesia pada Sea Games 1983 di Singapura.Dua serve milik Tika membawa kemenangan yang dramatis atas tim volly Philippina.
” Kemenangan yang luar biasa saat itu, karena Timnas Indonesia dan Philipina sama-sama kuat (2-2) dari 5 set pertandingan. Kami memenangkan set yang terakhir, ” ucapnya.
Dalam usia yang tidak muda lagi, Tika kembali ke kampung halamannya, Putali dalam perayaan Tahun Baru dan Syukuran yang dilaksanakan pada Kamis 27 januari 2022 lalu, dengan menggunakan kostum Timnas pada Sea Games 1983 di Singapura, Tika ikut menari Yosim Pancar bersama seluruh masyarakat di Kampung Putali.
” Kostum Timnas dengan nomor punggung 7 ini sudah 38 tahun saya simpan. Setiap tahun dalam perayaan tahun baru di kampung saya gunakan, ” katanya.
Dengan menggunakan kostum Timnas di perayaan tahun baru, dia berharap mampu melecut semangat generasi muda di kampung agar mencintai olahraga, juga sebagai pilihan berkarir .
” Pembinaan olahraga harus dimulai saat ini dengan menyiapkan atlet yang berkualitas, iven lokal dan daerah harus rutin dilakukan sebagai motivasi bagi atlet untuk berprestasi. Tahapan seperti ini diprogramkan, jangan bawa atau sewa pemain dari luar Papua lagi, ” jelasnya.
Sementara itu, Yoram Monim yang juga atlet nasional dan pelatih tim dayung Papua pada PON XX lalu, mengaku sangat bangga dan mengapresiasi sikap Kartika Monim dengan kostum kebesaran nya sebagai mantan atlet nasional yang selalu tampil di perayaan Tahun Baru.
” Ini bentuk motivasi dan dorongan bagi generasi muda saat ini. Sebagai masyarakat kampung kami bangga bahwa ada banyak mantan atlet dari kampung ini yang begitu serius memberikan perhatian bagi atlet-atlet pemula untuk berprestasi di bidang olahraga masing-masing, ” tutupnya. (*)
Editor: Syam Terrajana






