Papua No. 1 News Portal | Jubi ,
Nabire, Jubi –Komunitas Peduli Nabire (Kopena) membentuk Unit Reaksi Cepat (URC) mengangkut sampah di jalur hijau di Kota Nabire selama pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ ) 2018, yang di gelar di daerah setempat. Aksi yang dilakukan sebagai dukungan dan menyukseskan pelaksanaan event tersebut.
“URC mengangkut sampah sepanjang jalur hijau yang ada selama pelaksanaan MTQ. Jadi kami sudah bergerak sampai berakhirnya acara nanti,” ujar Wakil Ketua KOPENA, Gerson Lalep, ketika di temui Jubi, Jumat (4/5/2018)
Kopena merupakan salah satu Komunitas di Nabire yang membawahi beberapa komunitas lain seperti Amoye Comonity, Corena, Kompat 07, Sosial Nabire Community (SNC) dan beberapa komunitas motor.
Sedangkan jalur yang menjadi sasaran URC sepanjang Tugu Cenderawasih menuju jalan merdeka, Jalan Pepera, Jalan Yos Sudarso, Jalan RE. Mathtadinata hingga depan Kantor DLLAJR dan sepanjang jalan Jenderal Sudirman serta Pantai-Nabire.
“URC yang kami bentuk untuk membantu mengurangi sampah di sepanjang jalur hijau yang ada di dalam Kota selama pelaksanaan MTQ,” kata Gerson Lalep, menjelaskan.
Pengangkutan sampah oleh URC pada malam hari, karena biasanya pada jalur hijau akan ada sampah yang muncul saat tengah malam. Sampah-sampah itu akan menumpuk di beberapa jalur hijau yang ada di Nabire.
“Biasanya sampah malam baru ada, kalau pagi petugas sampah yang angkat tetapi kami ingin bantu,” katanya.
Geri sapaan Gerson, menyebut aksi ini dilakukan atas dasar sukarela dari para komunitas yang kumpul dan spontan membantu meringankan pengangkutan sampah yang biasa dilakukan petugas pemerintah daerah. Tercatat anggota komunitas ada yang menyumbangkan truk dan beberapa donatur dalam mendukung aksi itu.
Koordinator Amoye Comunity, Johan Mandiwa, menyatakan selain mendukung pelaksanaan MTQ, Kopena yang merupakan anak-anak peduli Nabire juga selalu melakukan terbaik bagi daerah.
Ia menyebutkan komunitas itu juga sering mengangkat sampah di beberapa tempat di Nabire dan berkunjung ke berbagai sekolah.
“Memberikan hadiah buku untuk anak-anak sekolah juga mengajarkan siswa SD tentang cara mencuci tangan dan menggosok gigi yang baik dan benar,” kata Mandiwa.
Menurut dia, kegiatan itu dilakukan untuk Nabire, mereka enggan melakukan aksi protes namun lebih memilih aksi nyata yang berdamppak langsung ke publik. (*)
