Papua No. 1 News Portal | Jubi ,
Jayapura, Jubi – Kongres tahunan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) di Bali, salah satu agendanya merumuskan regulasi yang dipakai pada PON XX/2020.
“Regulasi sepak bola di PON akan kita bicarakan dan putuskan di kongres PSSI di Bali,” kata ketua asosiasi provinsi (Asprov) (PSSI) Papua, Benhur Tomi Mano (BTM) kepada Jubi, Sabtu (12/1/2019).
BTM bilang pada PON Jawa Barat, salah satu regulasinnya adalah diperbolehkan pemain dari masing-masing Asprov menggunakan pemain profesional U-23.
“PON 2020 di Papua regulasinya pasti sama pemain U-23 yang bisa bermain. Tapi, untuk pemain profesional yang nanti kita bahas lagi di kongres,” ujarnya.
“Kita akan lihat regulasi yang diberlakukan. Apakah memakai pemain profesional yang turun di Liga. Kalau itu bisa, kuota berapa orang,” katanya.
Asprov akan kirim tim dan dari klub Persipura juga mengutus perwakilan mengikuti kongres ini.
PSSI Papua akan fokus untuk sepak bola PON. “Kita akan bicara disana (Bali), karena kita tuan rumah,” ujarnya.
Soal regulasi untuk PON akan bicarakan dan sebagai tuan rumah, Asprov PSSI Papua tentu perlu didengar pandangannya.
“Untuk regulasi Liga 1, kita prinsipnya mengikuti keputusan dari operator liga maupun PSSI Pusat,” kata Mano.
Secara terpisah pelatih futsal PON Papua Daud Arim, menginformasikan pada kongres Asosiasi Futsal Indonesia (AFI) di Jakarta akhir tahun lalu, telah menetapkan regulasi pembatasan usia pemain U-23.
Kuota pemain 12 orang untuk masing-masing tim yang tampil di PON. Namun, ada usulan penambahan kuota 2 pemain, tetapi menjadi tanggungan tiap kontingen.
AFI juga tidak membatasi keikutsertaan pemain profesional pada PON. “Papua sekarang punya 8 pemain PON memperkuat beberapa klub liga profesional di Indonesia,” katanya. (*)
