
Papua No.1 News Portal | Jubi
Merauke, Jubi – Keuskupan Agung Merauke meminta pemerintah dan masyarakat setempat bekerja lebih keras dalam membangun dan mewujudkan kesejahteraan. Wujud kesejahteraan tersebut harus hakiki atau sejati.
“Kesejahteraan sejati terwujud apabila masyarakat Merauke kaya secara lahiriah maupun rohani. Semua warganya juga harus bersikap adil, saling menghargai dan menghormati, tidak berdusta, mengampuni, serta tidak saling berbalas dendam,” kata Uskup Administrator Apolistik Keuskupan Agung Merauke Mgr Petrus Canisius Mandagi, MSC, Jumat (7/2/2020).
Seruan tersebut disampaikan Uskup Mandagi sehubungan peringatan Hari Jadi ke 118 Merauke pada 12 Februari mendatang. Uskup dalam keterangan tertulisnya juga mengingatkan pemerintah setempat selalu disiplin dalam bertugas dan tidak korupsi.
“Jangan malas dan berfoya-foya dengan (menggunakan) uang rakyat. (Kelestarian) hutan dan (kebersihan) udara juga perlu dijaga. Jangan dirusak dan dikotori,” tegas uskup.
Dia pun berharap masyarakat terus memelihara kerukunan antaretnis maupun agama. Mereka harus mengedepankan dialog dalam menyelesaikan setiap permasalahan.
Uskup Mandagi dalam kesempatan tersebut juga berharap pembentukkan Provinsi Papua Selatan segera terealisasi agar mempercepat kesejahteraan di Merauke. “Mari berdoa dan mendukung bersama (pembentukkan Provinsi Papua Selatan).”
Direktur Sekretariat Keadilan dan Perdamaian Keuskupan Agung Merauke RP Anselmus Amo, MSC berharap seruan keuskupan tersebut mendapat perhatian serius dari pemerintah. “Dengan bertambahnya usia (Merauke), kami berharap pemerintah memerhatikan (kesejahteraan) masyarakat, terutama Orang Asli Papua.” (*)
Editor: Aries Munandar






