Kesepakatan politik Flosse dengan Sarkozy dikritik

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Tahiti, Jubi – Partai Tapura Huiraatira menyerang mantan presiden Gaston Flosse setelah Flosse dan partainya memutuskan untuk bersekutu dengan Nicolas Sarkozy sekaligus mengusung Sarkozy agar tahun depan mantan presiden Prancis itu kembali menjadi presiden. 

Dalam pernyataannya, partai Tapura Huiraatira mengatakan hal ini sama dengan langkah mundur karena Kongres Tahoeraa sejak mula telah menolak kembalinya Sarkozy dan lebih memilih mendukung rival politiknya, Alain Juppe.

Tapura menyamakan sikap persekutuan ini dengan peristiwa tahun 2007 ketika Flosse berpihak dengan mantan lawan politiknya. 

Persekutuan antara Flosse dan Sarkozy adalah hal yang mengherankan banyak pihak terlepas apakah ini berkaitan dengan pemilu Majelis Nasional Prancis (FNA) yang mana antara Partai Tapura dan dan Partai Tahoeraa bersikap netral dalam kontestasi pemilu Tahiti.

Tapura menduga, mungkin hal ini ada kaitannya dengan kasus hukum kriminal Flosse  dan kegagalannya untuk mengamankan grasi kepresidenan dua tahun lalu ketika ia dipaksa mundur dari jabatan publiknya.

Sementara itu kubu pro-kemerdekaan Polinesia Prancis menuding Presiden  Edouard Fritch telah menyesatkan masyarakat internasional dengan mengakui berbicara atas nama rakyat Polinesia.

Klaim itu dibuat ketika konferensi pers di Tahiti yang di antaranya melibatkan Fritch dan beberapa pembicara pro-kemerdekaan dalam sebuah debat dekolonisasi di PBB di New York, awal bulan Oktober lalu.

Dalam pidatonya, Fritch mengatakan bahwa gerakan pro-kemerdekaan di Polinesia Prancis tidak pernah menjadi sebuah gerakan mayoritas.

Pemimpian pro-kemerdekaan, Oscar Temaru mengatakan bahwa konstitusi Prancis telah berkembang untuk menyingkirkan istilah “orang di perantauan” dan menggantinya dengan “penduduk luar negeri”

Temaru mengatakan bahwa hanya negara-negara merdeka diperuntukkan bagi rakyat.

Prancis menentang kuat dekolonisasi Polinesia-Prancis dan telah menyampaikan permintaan noninterferensi mereka ke PBB. (*)

Related posts