Kemenkes soroti protokol kesehatan Sumatera Barat

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jakarta, Jubi – Staf ahli Menteri Kesehatan, Andani Eka Putra mengatakan salah satu penerapan protokol kesehatan atau prokes di Provinsi Sumatera Barat yang tidak maksimal disebabkan oleh sistem regulasi yang tidak jelas dari pemerintah daerah. Selain itu Andani mengatakan, kebanyakan orang di Sumbar sudah tidak ada lagi yang menggunakan masker.

Read More

“Hari ini Sumbar tidak ada yang menggunakan masker, bahkan dinilai aneh menggunakan masker ke tempat ramai, seperti alien,” kata Andani, Selasa, (17/8/2021) kemarin.

Baca juga :  Orang takut COVID-19, tapi tetap lupa protokol kesehatan

Melanggar protokol kesehatan, Wakil Bupati ini dihukum bersihkan fasilitas umum

RT-RW diminta perketat protokol kesehatan

Kepala Laboratorium Diagnostik dan Riset Penyakit Infeksi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas itu menyebut hal itu dapat terjadi akibat ketidakseriusan pemerintah daerah di setiap kabupaten dan kota dalam menangani Covid-19.

“Masalahnya, saat ini tidak banyak bupati atau wali kota yang patuh dan mau menjalani prokes, atau inti permasalahannya itu berada di hulu pemerintahan yang tidak patuh dan mau,” kata Andani menjelaskan.

Ia menyarankan gubernur harus segera mengambil sikap dengan membuat bentuk regulasi peraturan yang lebih tegas, sehingga keadaan seperti ini segera berakhir. Jika hal itu dibiarkan seperti dari waktu ke waktu, maka jumlah orang meninggal akibat Covid-19, baik yang tercatat maupun tidak akan semakin banyak.

Andani mengatakan sanksi tegas merupakan satu-satunya jalan. Sebab, permasalahan seperti kehabisan obat, stok oksigen yang habis dan adanya kasus yang meninggal secara tiba-tiba di rumah merupakan permasalahan yang terjadi di hilir akibat kesalahan di hulu.

Selain itu, kesadaran akan pentingnya vaksinasi perlu terus digalakkan. “Orang vaksin hari ini gara-gara orang ingin naik pesawat saja,” sebut Andani menambahkan.

Pelaksanaan PPKM di Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar) dinilai belum memberikan dampak signifikan dan tidak lantas berpengaruh terhadap penerapan protokol kesehatan masyarakat.

Seperti diketahui, dari 19 kabupaten dan kota di Sumbar, Padang merupakan satu-satunya daerah yang masih berstatus level 4 dalam proses pelaksanaan PPKM.

CNNIndonesia menyebut di pasar raya Kota Padang, masih banyak warga yang tidak menggunakan masker pada saat beraktivitas, bahkan masih saja ada beberapa orang yang tidak mempercayaiCovid-19.

Pasar raya Padang merupakan pasar tradisional terbesar di Sumbar. Meskipun aktivitas di sana tidak sepadat hari biasanya, namun pasar raya tetap menjadi pusat pertemuan dan transaksi antara pedagang dan pembeli dari berbagai daerah di Sumbar. (*)

CNN Indonesia

Editor : Edi Faisol

Related posts