
Papua No. 1 News Portal | Jubi
Auki, Jubi – Gubernur Provinsi Malaita, Daniel Suidani, telah mendesak pemerintah nasional untuk mengirim tim konseling pascatrauma kepada keluarga dari korban tragedi laut feri MV Taimareho.
Berbicara kepada Solomon Star di Auki pada Minggu lalu (5/4/2020), Suidani yang mengunjungi mereka di sekolah menengah negeri Su’u pada Sabtu pekan lalu berkata bahwa mereka perlu konseling agar bisa kembali ke kehidupan mereka seperti biasa.
“Saya meminta pemerintah untuk mengirim tim konseling trauma ke Are Are Barat untuk membantu mereka.”
Menurutnya, setelah bertemu dengan mereka di Su’u akhir pekan lalu, dan terlihat jelas bahwa mereka yang selamat memerlukan konseling yang tepat sesegera mungkin untuk memungkinkan mereka kembali menjalani hidup dengan normal.
Saat melakukan kunjungan tersebut, Suidani meminta sekolah di Su’u itu untuk memberikan makanan apa pun yang ada di dapurnya, dan menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Malaita akan mengganti semuanya. Dia berkata pemerintah provinsi akan menunggu sekolah itu untuk mengirim tagihan biaya makanan yang diberikan kepada korban MV Taimareho.
Sementara itu, Perdana Menteri Kepulauan Solomon, Manasseh Sogavare telah bertemu dengan anggota parlemen dari daerah pemilihan Are Barat, MP John Maneniaru, dan kerabat dari korban yang meninggal dunia untuk menyampaikan rasa belasungkawanya secara pribadi kepada keluarga dan kerabat.
PM Sogavare mendesak semua masyarakat untuk bersatu dan berdoa untuk mendukung keluarga korban.
Pemerintah telah meluncurkan dua investigasi terpisah atas insiden ini.
Investigasi pertama terdiri dari investigasi yang terbagi menjadi dua bagian dan dilakukan oleh badan administrasi keselamatan maritim Kepulauan Solomon, Solomon Islands Maritime Safety Administration (SIMSA). Bagian pertama sudah dimulai, penyelidikan awal atas insiden tragis ini. Seorang petugas penyelidik telah ditunjuk oleh Direktur SIMSA, sesuai dengan UU Perkapalan 1998, dan Peraturan Perkapalan (Penyelidikan dan Investigasi Kelautan) 2011. Bagian kedua adalah penunjukan Board of Marine Inquiry oleh Menteri terkait untuk melakukan penyelidikan yang resmi.
Investigasi kedua adalah atas tindak kriminal akibat menyebabkan kematian, ini akan dilakukan oleh Komisaris Polisi. (Solomon Star News)
Editor: Kristianto Galuwo






