Papua No. 1 News Portal | Jubi
Jakarta, Jubi – Kasus Covid-19 varian Omicron secara nasional terus bertambah mencapai 414 penularan. Kementerian kesehatan menyebutkan sebanyak 31 orang merupakan kasus transmisi lokal, sedangkan dominasi penularan warga usai melakukan perjalanan dari Turki dan arab saudi .
“Sebagian besar kasus Omicron berasal dari pelaku perjalanan luar negeri, karena itu masyarakat diharapkan menunda dahulu jika ingin pergi ke luar negeri,” kata Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kemenkes Siti Nadia Tarmidzi, dikutip Antara, Minggu, (9/1/2022) kemarin.
Kondisi itu membuat kemenkes minta masyarakat tidak melakukan perjalanan ke luar negeri jika tidak terlalu penting.
Menurut Siti, penularan Omicron yang paling banyak berasal dari Turki dan Arab Saudi itu terjadi meski seseorang telah divaksinasi Covid-19 dua dosis.
“Artinya vaksinasi tidak menjamin seseorang terhindar dari virus Covid-19. Bahkan kebanyakan kasus konfirmasi Omicron saat ini telah menginfeksi mereka yang telah lengkap vaksinasinya,” kata Siti menjelaskan.
Baca juga : SK terbaru Satgas Covid-19 pejabat dilarang isolasi mandiri di rumah
Temuan kasus varian Omicron usai dari Bali, Gubernur Koster : belum ada temuan
Pasien Omicron pertama Jatim usai liburan ke Bali
Kemenkes menyebut Omicron memiliki tingkat penularan yang jauh lebih cepat dibandingkan varian Delta. Di Indonesia, pergerakan Omicron terus meningkat sejak pertama kali dikonfirmasi pada 16 Desember 2021.
Kemenkes mendorong daerah untuk memperkuat kegiatan testing, tracing dan treatment serta aktif memantau siti juga mengingatkan agar publikl tak lengah serta terjadi gelombang ketiga.
Temuan kasus varian Omicron terus terjadi dari penambahan kasus sebanyak 75 orang pada Sabtu (8/1/2022). Secara keseluruhan selama Desember 2021 kasus konfirmasi Omicron sebanyak 136 orang, sementara pada 2022 hingga 8 Januari sebanyak 278 orang. (*)
Editor : Edi Faisol
