Papua No. 1 News Portal | Jubi
Jakarta, Jubi – Penularan Covid-19 di Malaysia kembali menembus rekor dengan jumlah kasus 19.819 infeksi dalam 24 jam hingga Rabu (4/8/2021). Kementerian Kesehatan setempat menyebut jumlah itu merupakan laporan kasus Covid-19 tertinggi sejak pandemi.
“Kawasan penyumbang Covid-19 terbanyak masih dipegang Selangor dengan 8.377 kasus, disusul Kuala Lumpur dengan 2.467,” kata Direktur Jenderal Kesehatan malaysia, Noor Hisham Abdullah, dilansir Malay Mail, Kamis, (5/8/2021) kemarin.
Baca juga : Mencapai rekor, ini kondisi Covid-19 di Malaysia
Bekas menteri termuda Malaysia Syed Saddiq didakwa korupsi
Ini alasan seorang nenek di Malaysia pasang bendera putih saat lockdown
Laporan peningkatan kasus Covid-19 ini membuat warga Malaysia kian geram karena para pejabat malah sibuk bermanuver politik.
Dalam beberapa hari ini para pemimpin oposisi di parlemen mendesak Perdana Menteri Muhyiddin Yassin turun karena dianggap gagal menangani pandemi Covid-19. Reuters melaporkan, kepemimpinan Muhyiddin kian berada di ujung tanduk setelah berselisih dengan Raja Sultan Abdullah terkait pemberlakuan status darurat Covid-19.
Ketegangan antara pemerintah dan kerajaan terjadi ketika Muhyiddin melalui salah satu menteri kabinetnya mengumumkan tak akan memperpanjang status darurat Covid-19 tanpa restu raja. Sultan Abdullah sendiri meminta pemerintah merundingkan nasib status darurat nasional yang seharusnya selesai pada 1 Agustus itu dengan pihak parlemen.
Pihak oposisi pemerintah menilai kabinet Muhyiddin telah melanggar konstitusi karena tak berkonsultasi dengan raja soal pemberlakuan status darurat. Muhyiddin juga membatalkan pertemuan parlemen yang seharusnya digelar untuk membicarakan penanganan Covid-19. Sejumlah pihak menganggap Muhyiddin membatalkan pertemuan itu untuk menghindari pemakzulan dirinya karena dianggap gagal menangani pandemi.
Di awal pandemi, kabinet Muhyiddin dinilai berhasil menekan penyebaran dan laju infeksi Covid-19, salah satunya dengan menerapkan penguncian wilayah (lockdown) pada Maret tahun lalu. Saat itu, laju infeksi harian Covid-19 dapat ditekan.
Namun, Muhyiddin kembali menerapkan lockdown lebih ketat pada 1 Juni hingga hari ini karena muncul gelombang infeksi Covid-19 baru yang diperparah dengan penyebaran varian Delta.
Partai politik terbesar di Negeri Jiran, UMNO, memutuskan menarik dukungan terhadap koalisi pemerintah karena dinilai gagal menangani pandemi.
Baru-baru ini, Menteri Energi dan Sumber Daya Alam Malaysia, Shamsul Anuar Nasarah, juga mengundurkan diri dari jabatannya sebagai bentuk kesetiaan terhadap partainya, UMNO, yang menolak keputusan pemerintah pusat terkait status darurat Covid-19. (*)
CNN Indonesia
Editor : Edi Faisol





