Papua No. 1 News Portal | Jubi
Washington, Jubi – Kasus virus corona naik dua kali lipat di 14 negara bagian Amerika Serikat sepanjang Juni termasuk California, Florida dan Texas. Analisis Reuters pada Selasa, (30/6/2020) kemarin menyebutkan terjadi lonjakan tertinggi Arizona yakni 294 persen selama Juni, disusul oleh Carolina Selatan dengan 200 persen, dan Arkansas 179 persen. Peningkatan ganda juga dialami Alabama, Alaska, Idaho, Nevada, Carolina Utara, Oklahoma, Oregon serta Utah.
“Secara nasional kasus COVID-19 naik sedikitnya 46 persen dan kematian juga naik sebesar 21 persen,” tulis Reuters.
Baca juga : Covid-19, Petugas medis Venezuela menyedihkan, di China belum redup
Menkeu Meksiko positif corona, penularan di Brazil semakin tak terkendali
Aneh. Bayi kembar tiga di Meksiko positif corona tapi orang tuanya negatif
Amerika Serikat dan segelintir negara lainnya masih mengalami lonjakan kasus harian saat sebagian besar dunia keluar dari keterpurukan pandemi.
Dalam enam bulan sejak Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pertama kali melaporkan klaster misterius kasus pneumonia di Wuhan, China tengah, lebih dari 500 ribu orang meninggal akibat virus corona, termasuk 126 ribu lebih warga Amerika.
Respons pemerintah yang kuat, penguncian yang ketat serta kewajiban penggunaan masker di tempat umum membantu mengendalikan pandemi di sebagian besar negara Asia dan Eropa. Di AS, pemakaian masker menjadi isu politik yang memecah belah dan banyak negara bagian yang mulai membuka kembali usaha tanpa memenuhi protokol kesehatan pemerintah.
Dalam sepekan terakhir 21 negara bagian AS melaporkan tingkat orang yang terbukti positif COVID-19 di atas 5 persen, yang ditandai WHO sebagai hal memprihatinkan. Arizona mencatat tingkat tertinggi di negara tersebut dengan 24 persen.
Kasus Covid-19 yang peningkatannya kurang dari 10 persen selama Juni hanya terjadi di empat negara bagian, yakni New York, Massachusetts, Connecticut dan New Jersey.
New York, yang pernah menjadi episentrum epidemi AS, mengalami lonjakan sekitar enam persen pada Juni, tingkat terendah di negara tersebut, setelah penguncian ketat dan jaga jarak sosial diterapkan guna membantu mengatasi penyakit tersebut. (*)
Editor : Edi Faisol
