Papua No. 1 News Portal | Jubi
Semarang, Jubi, – Covid-19 sebagai mutasi corona yang awalnya mucul di provinsi Wuhan Cina masih menjadi ancaman selama tahun 2021. Dunia yang masih dihadapi pandemi Covid-19 sejak tahun 2020 belum lepas dari ancaman Covid-19 varian Delta, kini muncul varian baru Omicron.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan varian Delta dan Omicron telah menyebar seluruh negara dan menjadikan tatantangan saat pandemi.
Selain itu, WHO mengklasifikasi varian B11529 yang muncul di Afrika Selatan sebagai SARS-CoV-2 dan menyebut sebagai Omicron. Temuan virus itu sebagai varian yang diwaspadai serta menyebut kemungkinan lebih cepat menular dibanding varian lainnya.
Kini sejumlah negara langsung mewaspadai temuan varian B11529 di Afsel. Sedangkan Uni Eropa dan Inggris termasuk negara yang memperketat perbatasan saat para ilmuan sedang mencari tahu apakah mutasi tersebut resisten terhadap vaksin.
“Pada titik ini, pembatasan perjalanan harus dilakukan hati-hati,” kata juru bicara WHO Christian Lindmeier pada konferensi pers PBB di Jenewa.
WHO mengimbau agar negara-negara tetap menerapkan pendekatan berbasis risiko dan sains ketika menerapkan langkah-langkah pembatasan perjalanan. Diperlukan waktu berminggu-minggu untuk menentukan seberapa cepat penularannya dan bagaimana varian itu akan memengaruhi pengobatan dan vaksin Covid-19.
Varian baru Covid-19 Omicron ditemukan di Belanda, Denmark, dan Australia, bahkan telah masuk Indonesia dan Malaysia. WHO mengatakan belum ada kejelasan apakah Omicron, yang pertama kali terdeteksi di Afrika bagian selatan, lebih mudah menular dibandingkan varian-varian Covid-19 lainnya. namun keadaan ini kemungkinan menyangkut jumlah keseluruhan orang yang terinfeksi daripada merupakan akibat infeksi yang spesifik. (*)





