Jepang perlu konsultasi dengan Pasifik sebelum buang air limbah Fukushima

Papua
Pemerintah Jepang mengumumkan rencananya untuk membuang satu juta ton air limbah nuklir Fukushima ke laut. - AP/ Tomohiro Ohsumi

Papua No.1 News Portal | Jubi

Suva, Jubi – Samudra Pasifik merupakan sumber pemasukan, lapangan pekerjaan, dan ketahanan pangan bagi ribuan orang, tetapi lebih dari itu – atau yang juga dikenal sebagai ‘Blue Pacific’, juga memiliki nilai budaya yang penting di seluruh kawasan ini.

Awal pekan lalu, pemerintah negara Jepang mengumumkan rencananya untuk membuang satu juta ton air limbah dari bekas reaktor nuklir di Fukushima yang terkontaminasi ke laut.

Read More

Jepang mengungkapkan akan mulai membuang air tersebut dalam dua tahun, tetapi bersikeras bahwa sebelum itu dilakukan mereka akan mengolah air itu untuk menghilangkan semua bahan radioaktif, kecuali tritium.

Tiongkok dan Taiwan telah menyuarakan keprihatinan mereka, dan banyak orang di kawasan Kepulauan Pasifik juga tidak puas.

Tanggapan awal Kepala Divisi Maritim dan Kelautan Vanuatu, Toney Tevi saat mengecam rencana ini adalah bahwa ‘ini rencana yang tidak baik’.

Ia prihatin tentang dampak air itu terhadap orang-orang Vanuatu. “Sebagian besar mata pencaharian kami berasal dari laut, sebagian besar penduduk kami tinggal di dekat laut atau pantai, sehingga ini akan membawa dampak yang sangat signifikan bagi mata pencaharian masyarakat kami,” tegasnya.

Sekretaris Jenderal Forum Kepulauan Pasifik (Pacific Islands Forum/ PIF) Dame Meg Taylor ingin Jepang untuk menunda rancangan tersebut sampai itu berkonsultasi dengan negara-negara Kepulauan Pasifik.

“Menurut saya, faktanya adalah, tidak pernah ada konsultasi tentang hal ini dan ini hanya keputusan yang diambil dengan sepihak.”

“Ini adalah tugas Jepang untuk menjelaskan bagaimana situasinya dan apa implikasinya. Untuk memulai pembahasan dengan negara-negara tersebut, dengan para pemimpin PIF tentang apa implikasinya,” tambahnya. (Pacific Beat)

 

Editor: Kristianto Galuwo

Related posts

Leave a Reply