Papua No.1 News Portal | Jubi
Jayapura, Jubi – Gedung Olahraga (GOR) futsal yang akan menjadi venue pertandingan disiplin olahraga futsal dan cabang olahraga handball pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua di klaster Mimika sudah rampung 100 persen dan masuk dalam daftar 9 venue APBD Provinsi yang diresmikan Gubernur Lukas Enembe, akhir Oktober 2020 lalu.
Akan tetapi, kondisi GOR futsal masih tak sesuai ekspektasi. Pasalnya, gedung venue tersebut masih memiliki sejumlah minor.
Berdasarkan pantauan Jubi di lokasi, di beberapa sudut atap venue tersebut masih bocor dan kondisinya cukup mengganggu ketika hujan turun.
Begitu pula dengan cat yang digunakan pada tribun masih sering terkelupas dan membuat penonton tidak nyaman.
Selain dua keluhan itu, tim futsal juga mengaku terganggu dengan cahaya matahari yang masuk ke dalam ruang gedung karena akan membuat silau pemain yang bertanding.
Sementara karpet lapangan yang digunakan juga tak sesuai. Namun, untuk permasalahan ini sudah bisa diatasi, pengadaan karpet baru sudah dalam perjalanan menuju Mimika.
Sekretaris Umum Sub Panitia Besar PON Mimika, Cesar A. Tunya mengatakan berdasarkan hasil kunjungan Dinas Pemuda dan Olahraga (Disorda) Papua berapa waktu lalu, GOR futsal akan segera diperbaiki dan akan siap sebelum pelaksanaan PON XX.
“GOR futsal akan ada sedikit perbaikan dari sisi fisiknya, walaupun sudah selesai. Masih ada cat yang terkelupas dan terus ada atap yang bocor dan peralatan karpetnya akan diganti. Penataan kawasan sudah selesai tinggal pembersihan dan Field of Playnya akan disesuaikan karena akan dipakai oleh dua cabor,” kata Cesar kepada wartawan termasuk awak media Jubi di Timika, baru-baru ini.
Sementara itu, kunjungan Plt Kadisorda Papua, Alexander Kapisa beserta rombongannya berapa waktu lalu juga sudah melihat langsung apa saja yang perlu diperbaiki sebelum PON XX.
Selain itu, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan PLN setempat untuk mengadakan pasokan listrik di venue tersebut.
“Jadi kami mendapatkan laporan bahwa ada kebocoran dari atap stadion yang airnya menggenangi sisi lapangan. Ini harus segera kami benahi agar saat pelaksanaan PON semuanya berjalan lancar. Kami juga berkoordinasi dengan teman-teman PLN untuk memastikan pasokan listrik di venue futsal dan venue-venue yang lainnya yang ada di Timika ini,” ujar Kapisa.
Sekadar diketahui, GOR futsal ini dibangun dengan menghabiskan total dana Rp76 miliar lebih, tahap pertama senilai Rp58 miliar lebih dan tahap kedua sebesar Rp18 miliar lebih. (*)
Editor: Edho Sinaga






