JDP prihatin melihat eskalasi konflik bersenjata di Puncak

papua-christian warinussy
Yan Christian Warinussy - Jubi/Dok

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Juru Bicara  Jaringan Damai Papua atau JDP, Yan Christian Warinussy menyampaikan keprihatinan pihaknya melihat eskalasi konflik bersenjata yang kembali terjadi di Kabupaten Puncak, Papua, sejak Minggu (15/8/2021) pekan lalu. Warinussy mengkhawatirkan keselamatan warga sipil, termasuk warga yang mengungsi dari Distrik Ilaga Utara dan Gome Utara.

Sejak pekan lalu, kontak senjata antara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) dan TNI/Polri beberapa kali terjadi. “Kami menerima informasi dari kontak person JDP di wilayah itu, kontak senjata tersebut membuat warga sipil di dua distrik kembali mengungsi ke hutan di Puncak,” kata Warinussy melalui layanan pesan Whatsapp, Sabtu (21/8/2021).

Read More

Warinussy  menyatakan JDP mengkhawatirkan keselamatan warga sipil di Kabupaten Puncak. Menurutnya, hingga kini tidak terdapat jaminan keamanan bagi para warga sipil yang sejatinya harus mendapat perlindungan secara hukum.

“Sebagai Juru Bicara JDP, saya menyerukan dan mendesak Pemerintah Indonesia, TNI/Polri, dan juga TPNPB, [untuk] senantiasa memilih jalan damai melalui pendekatan dialog demi menyelesaikan konflik bersenjata berlatar belakang politik, ekonomi, dan sosial yang sudah berlangsung lama di Tanah Papua,” katanya.

Baca juga: Kontak tembak terjadi lagi di Puncak, warga mengungsi lagi

Warinussy menyakin pendekatan dialog bakal mampu menembus segenap perbedaan di antara para pihak yang bertikai. Pendekatan keamanan yang selama ini digunakan pemerintah telah terbukti gagal, dan justru menimbulkan kasus kekerasan dan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) baru.

“JDP ingin mengingatkan Presiden Joko Widodo dan jajaran pemerintahannya untuk mengambil langkah konkrit yang bersifat holistik, integral, dan terukur demi mengakhiri konflik bersenjata di Tanah Papua. [Lakukan] pendekatan dialogis saat ini,” katanya.

Warinussy menjelaskan sejumlah tokoh JDP sudah pernah diundang dan bertemu Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka pada 15 Agustus 2017. Jokowi sudah bertemu Koordinator JDP saat itu, almarhum Pater Neles Tebay, dan sejumlah tokoh lainnya.

Baca juga: Pemkab Puncak belum punya mekanisme pulangkan pengungsi

“Dalam pertemuan tersebut, Presiden Jokowi telah menyanggupi dimulainya pendekatan dialog dalam menyelesaikan konflik di Tanah Papua. Bahkan Presiden Jokowi menunjuk Pater Neles Tebay sebagai tokoh kunci dialog, dibantu Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan saat itu, Wiranto dan Kepala Kantor Staf Kepresidenan saat itu, Teten Masduki. Namun, hingga saat ini, belum ada niat baik Jokowi untuk menyelenggarakan dialog Jakarta – Papua,” katanya.

Warinussy menilai kini Presiden Jokowi dihadapkan kepada situasi penting yang menantang kebijakannya selaku kepala negara untuk menjaga integritas wilayah Indonesia. Ia mengingatkan Jokowi mengedepankan dialog untuk mengakhiri konflik bersenjata di Papua.

“Kami menilai motif dari konflik [di Tanah Papua] semakin jelas, mengarah kepada kepentingan perebutan akses pengelolaan sumber daya alam yang melimpah di Tanah Papua. [Perebutan itu] tidak mempertimbangkan nilai kemanusiaan untuk mengakhiri persoalan,” kata Warinussy.

Tokoh pemuda Kabupaten Puncak, Yunias Kula mengatakan persoalan kemanusiaan di Puncak tak kunjung berakhir, dan berdampak kepada warga sipil di sana. Warga sipil terpaksa mengungsi lagi, sementara TPNPB berperang melawan TNI/Polri.

“Kami harap  persoalan itu dapat diselesaikan, agar masyarakat yang mengungsi bisa kembali ke kampung halamannya. Mereka [berhak] menikmati kehidupan sebagaimana mestinya. Kami menyayangkan apabila mereka terus menerus tinggal di tempat pengungsian,” kata Kula. (*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Related posts