Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1
Palangka Raya, Jubi – Masyarakat di Provinsi Kalimantan Tengah diminta agar tidak terlalu khawatir terhadap wacana perpindahan ibukota Pemerintahan Indonesia dari Jakarta ke Palangka Raya, Kalteng.
Walau perpindahan ibukota tersebut baru sekedar wacana namun Pemprov sedang berupaya menyusun dan melaksanakan berbagai program peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang ada di provinsi ini, kata Plt Sekretaris Daerah Pemprov Kalteng, Syahrin Daulay di Palangka Raya, Kamis ( 23/3).
"Pemindahan ibukota Indonesia ke Kalteng bukan menyusahkan masyarakat, justru meringankan. Kita pasti tidak diam saja mengenai adanya kekhawatiran masyarakat lokal Kalteng akan tersingkirkan jika Ibukota RI di pindah ke provinsi ini," tambahnya.
Gubernur Kalteng Sugianto Sabran telah menetapkan bahkan memasukkan dalam peta perencanaan tiga wilayah yang terdiri dari Kota Palangka Raya, Kabupaten Katingan dan Gunung Mas menjadi menjadi lokasi pusat pemerintahan Indonesia jika jadi dipindah.
Dalam waktu dekat, pemerintah setempat akan mengusulkan tiga wilayah tersebut ke Pemerintah Pusat.
"Pemprov Kalteng pada intinya serius menyikapi rencana pemindahan Ibukota Pemerintahan Indonesia. Kita sudah menyiapkan lokasi sembari menyusun dan akan melaksanakan peningkatan SDM, " demikian Syahrin.
Sebelumnya, Ketua Komisi C DPRD Kalteng Syamsul Hadi mengaku bangga jika rencana perpindahan Ibukota RI ke Kalteng benar-benar terlaksana. Hanya, dirinya mengingatkan agar rencana tersebut tidak membuat masyarakat Kalteng menjadi terpinggirkan.
"Sembari peningkatan SDM, Pemerintah juga perlu melakukan meningkatkan infrastruktur jalan, pelabuhan, bandara maupun bangunan yang ada di Kalteng. Jadi, ketika rencana perpindahan itu direalisasikan, semuanya telah siap sedia," kata Syamsul. (*)




