Industri China dapat pinjaman bunga rendah

Foto ilustrasi. - pixabay.com
Foto ilustrasi. – pixabay.com

Pinjaman tersebut sebagai upaya pemerintah setempat memberikan dukungan finansial terhadap unit-unit usaha yang terkena dampak serangan wabah Covid-19.

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Read More

Jakarta, Jubi – Lebih dari 350 ribu unit perusahaan di China mendapatkan kucuran kredit perbankan dengan bunga rendah pada akhir Maret lalu. Pinjaman tersebut sebagai upaya pemerintah setempat memberikan dukungan finansial terhadap unit-unit usaha yang terkena dampak serangan wabah Covid-19.

“Lebih dari setengah kuota kredit program upaya pemulihan pascawabah senilai 300 miliar yuan atau sekitar Rp687,8 triliun disalurkan ke usaha, mikro, kecil, dan menengah,” kata sumber Bank Sentral China (PBOC) yang dikutip media resmi setempat, Kamis, (9/4/2020).

Baca juga : Wabah corona, industri pariwisata di China merugi

Industri logistik China tolak pengiriman produk ilegal dan satwa liar

Industri otomotif Prancis ini sediakan 1.300 mobil gratis untuk tenaga medis

Tercatat sebanyak 5.995 unit usaha utama berskala nasional dan lokal telah mendapatkan suntikan dana senilai 231,5 miliar atau sekitar Rp530 triliun pada akhir Maret dengan bunga 2,51 persen agar bisa membuka usaha kembali.

Dana pinjaman tersebut sangat membantu sejumlah perusahaan di China untuk menyediakan peralatan medis dan kebutuhan sehari-hari. Selain itu, PBOC juga merestrukturisasi pinjaman UMKM senilai 500 miliar yuan pada akhir Februari lalu agar bisa membuka usaha kembali.

Kemudian ada peningkatan tambahan plafon pinjaman dan diskon senilai 1 triliun yuan untuk bank-bank berskala kecil dan menengah pada bulan Maret. (*)

Editor : Edi Faisol

Related posts

Leave a Reply