Papua No. 1 News Portal | Jubi
Jakarta, Jubi –Pemerintah India melibatkan para veteran tentara medis untuk mengatasi wabah Covid-19. Langkah itu dilakukan setelah melibatkan para dokter magang sebagai untuk bantuan penanganan selama pandemi.
“Kurang lebih ada 400 veteran militer India yang akan ditugaskan untuk membantu sistem kesehatan yang kelimpungan. Masing-masing dikontrak dengan durasi maksimal 11 bulan,” tulis pernyataan Kementerian Pertahanan India, dikutip dari kantor berita Reuters, Mingg, (9/5/2021).
Baca juga : Pertemuan G7 diwarnai kepanikan saat delegasi India diketahui positif Covid-19
WHO sebut situasi di India lebih dari sekedar menyedihkan
Atasi lonjakan Covid-19, Jerman kirim oksigen ke India
Perkembangan terakhir India mencatatkan 407 ribu kasus dan 4.092 kematian dalam 24 jam terakhir. Hal itu menjadikan total nasional ada 22,3 juta untuk kasus dan 242 ribu untuk korban jiwa.
Untuk menekan pertumbuhan itu, India berupaya mengandalkan vaksinasi. Namun, minimnya suplai dan bahan baku membuat kampanya vaksinasi di India seret. Mereka baru memvaksinasi penuh 34,3 juta penduduk atau 2,5 persen dari 1,35 miliar penduduknya.
Saat bersamaan tekanan terhadap administrasi Perdana Menteri India Narendra Modi meningkat. Berbagai pihak mendesaknya untuk segera menetapkan lockdown COVID-19 secara nasional karena khawatir situasi pandemi Covid-19 di India kian buruk.
Pihak yang mendesak lockdown nasional adalah Asosiasi Medis India (IMA) yang mendorong lockdown nasional terencana dan transparan. Menurut mereka, hal itu lebih pas dibanding pembatasan sosial dan jam malam yang sifatnya sporadis serta berbeda-beda antar negara bagian.
“Kami terheran-heran dengan lamban dan kurangnya tindakan dari Kementerian Kesehatan India untuk melawan gelombang kedua pandemi COVID-19 yang mengerikan ini,” ujar IMA dalam keterangan persnya.
Modi, sejauh ini masih diam soal rencana lockdown ataupun pembatasan sosial berskala besar untuk skala nasional. Hal itu membuat beberapa negara bagian di India memilih untuk menerapkan lockdown lebih dulu.
Kurang lebih sudah 50 persen negara bagian di India yang menerapkan lockdown COVID-19 dengan skala berbeda-beda, penuh maupun parsial. (*)
Editor : Edi Faisol





