Portal Berita Tanah Papua No. 1 | Jubi ,
Semarang, Jubi – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mempertemukan perwakilan kubu pendukung dan kubu penolak pabrik semen di Kabupaten Rembang. Pertemuan terbuka antara dua kubu yang difasilitasi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah itu berlangsung di aula lantai 2 Kantor Gubernur Jateng di Semarang, Selasa (20/12/2016).
Gunretno selaku perwakilan kubu penolak pabrik semen mempermasalahkan izin baru lingkungan untuk PT Semen Indonesia yang dikeluarkan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo karena telah mengecewakan masyarakat.
Meskipun dirinya merupakan warga Kabupaten Pati, tapi Gunretno mengaku berhak mempermasalahkan pendirian pabrik semen di Kabupaten Rembang. "Jangankan di Rembang, saya konsisten mengawal penolakan pabrik semen di manapun di Jawa Tengah," katanya.
Ia mengaku tidak percaya dengan tim kecil yang dibentuk Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dan kementerian, sebab dinilai hanya untuk memastikan pabrik semen Rembang tetap beroperasi mulai 2017.
Perwakilan dari kubu pendukung pabrik semen Dwi Joko Supriyanto berharap pabrik semen dapat secepatnya beroperasi agar perekonomian dan kesejahteraan masyarakat setempat bisa meningkat. "Kami ingin para investor bisa menanamkan investasinya di Rembang agar bisa maju seperti kota-kota lain di Jateng," ujarnya.
Ia mengungkapkan bahwa dirinya sudah melihat langsung operasional pabrik semen PT Semen Indonesia di Tuban. "Di sana saya melihat sawah-sawah di pekitar pabrik tetap tumbuh subur dan hasil produksinya bagus," katanya.
Oleh karena itu, ia meminta kubu penolak pabrik semen untuk bersikap objektif karena di daerahnya terdapat tujuh hingga sepuluh tambang ilegal milik perusahaan besar.
Ahmad Soleh, warga Desa Kadiwono menambahkan bahwa warga desa yamg berjarak 4 kilometer dari lokasi pabrik semen banyak yang bekerja di pabrik PT Semen Indonesia. "Warga berharap hal itu bisa terus berlanjut agar perekonomian di desa kami semakin membaik. (*)




