FPPI diharapkan mampu orbitkan perempuan Papua berkualitas

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Jayapura, Jubi – Pemerintah Provinsi Papua mengharapkan kehadiran Forum Pemberdayaan Perempuan Indonesia (FPPI) mampu mengorbitkan perempuan Papua yang berkualitas secara karakter dan memiliki integritas yang tinggi. FPPI merupakan mitra pemerintah yang setara dalam memberikan pemikiran yang strategis, kritis untuk kemajuan di bumi Cenderawasih.

"Perempuan Papua harus mampu membangun wacana-wacana yang ikut mempercepat pembangunan yang responsif terhadap semua organisasi tanpa diskriminasi apa pun dan mampu menampilkan diri sebagai konselor pemberdayaan yang mendatangkan perubahan," kata Penjabat Gubernur Papua, Soedarmo saat menghadiri pengukuhan FPPI, di Jayapura, Jumat (4/5/2018).

Soedarmo menyatakan pengurus dan anggota FPPI harus memiliki mentalitas pemberi daya kekuatan yang mendatangkan perubahan hidup yang lebih baik dan bisa menduduki seluruh jabatan yang ada di pemerintahan. 

"Paling tidak minimal 30 persen dari jabatan yang ada, walaupun sekarang itu belum terbukti sebagaimana diamanatkan undang-undang 30 persen jatah milik perempuan baik di legislatif maupun eksekutif," ujar Soedarmo menambahkan.

FPPI merupakan bagian dari organisasi masyarakat (ormas) dari 379.044 ormas yang terdaftar maupun tidak, di Kemendagri dan juga Kemenkumham. Lembaga yang fokus terhadap perempuan itu merupakan mitra pemerintah sehingga harus ikut berpartisipasi dalam berbagai program yang dibuat oleh pemerintah

“Oleh karena itu wajib bagi pemerintah untuk memberikan dukungan moril juga materil, sehingga ormas bisa berjalan bertumbuh dengan baik," katanya.

Ketua Umum FPPI, Utari Sutanto mengatakan organisasi FPPI terbentuk sejak 2009 lalu dan sudah tersebar di 29 Provinsi.

Di setiap daerah terdapat kelompok binaan FPPI yang terus eksis sampai saat ini. Utari mencontohkan, seperti binaan para istri nelayan, para pembuat kue di sumatera utara. Begitupula saat ini FPPI bekerjasama dengan kemendikbud untuk program parenting. 

"Papua ini sangat berarti karena perempuan papua mempunyai potensi yang sangat besar untuk berpartisipasi dalam pembangunan," kata Utari. (*)

Related posts