Foto PM Pōhiva dan PM Bainimarama sumber gurauan di Tonga

Perdana Menteri PNG, James Marape (ki), Perdana Menteri Fiji, Frank Bainimarama dan Perdana Menteri Tonga, 'Akilisi Pōhiva. - Kaniva Tonga/ PNG News (Facebook)
Perdana Menteri PNG, James Marape (ki), Perdana Menteri Fiji, Frank Bainimarama dan Perdana Menteri Tonga, ‘Akilisi Pōhiva. – Kaniva Tonga/ PNG News (Facebook)

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Nuku’alofa, Jubi – Foto Perdana Menteri Tonga, ‘Akilisi Pōhiva, dan Perdana Menteri Fiji, Frank Bainimarama, telah menjadi sumber gurauan daring di Tonga, tentang keduanya membahas dimana keberadaan Letnan Kolonel Ratu Tevita Uluilakeba Mara.

Read More

Letkol Mara, yang merupakan komandan Resimen Infanteri ke-3 Fiji, pada 2011 dituduh merencanakan penggulingan pemerintah Bainimarama. Saat itu ia adalah orang paling berkuasa kedua di Fiji setelah Bainimarama. Letkol Mara lalu mencari suaka di Tonga.

Dalam foto itu juga terlihat Perdana Menteri PNG, James Marape. Foto ini diyakini diambil minggu lalu di Tuvalu saat KTT PIF 2019, sebelum dibagikan melalui Facebook.

Mara dan koleganya, Brigadir Jenderal Pita Diriti, ditangkap dan dituduh melakukan pemberontakan terhadap Bainimarama. Brigjen Diriti dijatuhi hukuman penjara lima tahun pada 2013.

Sementara dibebaskan dengan jaminan, keluarga Mara diduga menghubungi sepupu mereka anggota kerajaan di Tonga. Pada Mei 2011, kapal Angkatan Laut Tonga, Savea, dilaporkan diam-diam menjemput Mara di sebelah selatan Ono-i-Lau dan membawanya ke Nuku’alofa.

Penyelamatan Mara itu sempat menyebabkan ketegangan antara kedua negara tetangga.

Pada saat itu, Bainimarama mendesak kerajaan Tonga untuk mengembalikan Mara ke Fiji. Dia menuduh pihak berwenang Tonga berkomplot untuk menyelundupkan Mara dari negaranya.

Penasihat Media dan Komunikasi Perdana Menteri saat itu, ‘Ahongalu Fusimalohi, berkata Mara telah diberikan paspor Tonga. Mara kini berada di bawah perlindungan Raja Tonga.

Pada 2013, Fiji Sun melaporkan bahwa Mara bekerja sebagai sekretaris pribadi Raja Tupou VI. (Kaniva Tonga)


Editor: Kristianto Galuwo

Related posts

Leave a Reply