Forikan Dituntut Ubah Perilaku Masyarakat Pegunungan

Suasana Rapat Koordinasi Forum Peningkatan Ikan Provinsi Papua Tahun 2016 - Jubi/Alex
Suasana Rapat Koordinasi Forum Peningkatan Ikan Provinsi Papua Tahun 2016 – Jubi/Alex

Jayapura, Jubi – Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (Forikan) diminta untuk mampu mengubah pola pikir dan perilaku masyarakat di wilayah pedalaman serta pegunungan, dari serignya makan daging ke mengkonsumsi ikan.

Asisten Bidang Perekonomian dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Provinsi Papua Elia Loupatty, di Jayapura, Senin (29/8/2016) mengatakan mengubah perilaku bisa dengan melakukan pendistribusian ikan secara merata ke wilayah pegunungan.

“Perubahan pola pikir dan perilaku masyarakat ini nantinya akan menjadi sehat, kuat dan cerdas karena telah mengkonsumsi ikan secara teratur dalam jumlah yang memadai,” katanya.

Agar berjalan maksimal, ujar Elia, Pemerintah provinsi akan terus mendorong Forikan untuk mendistribusikan ikan secara merata di wilayah pedalaman dan pegunungan.

“Dengan cara ini pasti pola pikir masyarakat akan berubah,” ucapnya.

Menurut ia, tingkat konsumsi ikan Provinsi Papua pada 2015 tercatat sebesar 42,03 kilo gram per kapita per tahunnya terlihat di atas rata-rata jika dibandingkan dengan target nasional sebesar 40,87 kilo gram per kapita per tahun.

Akan tetapi tingginya nilai tingkat konsumsi ikan di Papua merupakan akumulasi yang didominasi kabupaten berada di wilayah pesisir, sedangkan kabupaten lainnya di wilayah pedalaman tingkat konsumsinya ikannya masih sangat rendah.

“Untuk itu perlu upaya yang melibatkan seluruh komponen terkait untuk mempercepat peningkatan konsumsi dan pemerataan distribusi ikan di wilayah tersebut,” kata Elia.

Sebelumnya, Forum Peningkatan Konsumsi Ikan meminta Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Papua bersama stakeholder lainnya untuk gencar sosialisasikan konsumsi ikan ke masyarakat.

Ketua Umum Forum Peningkatan Konsumsi Ikan Provinsi Papua Yulce Enembe, mengatakan sosialisasi harus dilakukan, mengingat tingkat konsumsi ikan di wilayah pegunungan masih sangat rendah.

“Meski Papua memiliki ikan yang melimpah, tapi jika diberikan ikan dan daging kepada masyarakat pegunungan, pasti daging yang dipilih. Untuk itu, sosialisasi harus gencar dilakukan,” kata Yulce. (*)

Related posts