
Papua No.1 News Portal | Jubi
Merauke, Jubi – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Merauke mengoperasikan ekskavator di tempat penampungan sementara (TPS) di Jalan Dorem Kai, Kelurahan Samkai. Alat berat tersebut untuk mempermudah pemuatan ke armada kebersihan yang bakal mengangkut sampah-sampah tersebut ke tempat pembuangan akhir (TPA) di Bokem.
“Volume sampah terus meningkat. Setiap hari mencapai 40 ton. Kami tidak bisa (lagi) menggunakan tenaga manusia (petugas) (untuk) mengangkut sampah ke mobil,” kata Kepala DLH Merauke Harmini kepada Jubi, Jumat (17/1/2020).
Sampah yang diangkut tersebut berupa limbah basah maupun kering. Peningkatan volume sampah itu terjadi seiring pertambahan penduduk di Merauke.
Harmini melanjutkan sebagian besar petugas di TPS Samkai dialihkan menjadi pengangkut sampah di lokasi permukiman maupun perkantoran, sejak ekskavator dioperasikan. Namun, dia tidak hafal jumlah petugas yang dialihkan penugasannya tersebut.
“Saya lupa jumlahnya, yang jelas tidak semuanya bekerja (lagi) di situ (di TPS Samkai). Sudah ada ekskavator yang menaikan sampah ke mobil setiap hari,” katanya.
Jumlah pelanggan layanan angkutan sampah mencapai lebih dari 7.000 konsumen di Merauke. Mereka terdiri atas pelanggan perorangan dan instansi pemerintah maupun swasta. DLH Merauke menyiapkan kendaraan pengangkut sampah beserta petugas untuk melayani mereka setiap hari.
Warga Kota Merauke Dominggus (40 tahun) berharap sampah diangkut setiap hari ke TPA. Selama ini sampah tersebut sering kali dibiarkan menumpuk hingga berhari-hari di TPS.
“Belum semua sampah diangkut (dari TPS ke TPA) sehingga menumpuk dalam beberapa hari terakhir. Ketika melintas, aromanya sangat menyengat,” kata warga Jalan Dorem Kai, tersebut. (*)
Editor: Aries Munandar






