Papua No. 1 News Portal | Jubi
Merauke, Jubi – Dua dari empat mantan atlet nasional orang Marind yakni Engelbertha Kaize dan Gerarld Balagaize ikut membawa api PON XX Papua, setelah diterbangkan dari Sorong (Papua Barat) menuju Biak, Timika, Jayawijaya, dan Merauke.
Juga dua mantan atlet nasional lain yakni Rossy Pratiwi Dipoyanti dan Hary Suharyadi ikut mendampingi. Setelah tiba di Bandara Mopah dengan pesawat, Rabu (30/9/2021) sekitar pukul 09.00 WP, langsung diarak keliling kota.
Pantauan Jubi, di sepanjang jalan, masyarakat maupun anak-anak sekolah melambaikan tangan sambil menyambut api PON dengan sangat meriah. Lalu api PON diarak hingga finish di kantor Bupati Merauke.
Selanjutnya api PON dibawa Engelbertha Kaize, mantan atlet bola voli pantai, didampingi ketiga mantan atlet lain, diiringi tarian adat Marind untuk diserahkan kepada Bupati Merauke, Romanus Mbaraka.
Dalam sambutannya, Bupati Mbaraka menyampaikan terima kasih banyak karena atas cinta Tuhan, hari ini api PON tiba di Merauke.
“Semoga semangat kita semua seperti api yang terus membara serta menggelora dalam darah dan daging sebagai warga negara Indonesia,” ujarnya.
“Kita harus semangat dan tak boleh padam serta terus semangat untuk membangun olahraga agar menjadi tangguh dan disegani di dunia,” ujarnya.
Dengan kepercayaan yang diberikan Presiden RI, Joko Widodo, sebagai penyelenggara PON XX, agar Papua terus tumbuh menjadi daerah maju serta rakyat tumbuh dan sejahtera.
Dikatakan, api PON ini pantas sampai di Kabupaten Merauke, karena ada beberapa mantan atlet nasional orang Marind yang telah mengharumkan nama Indonesia termasuk Papua dan lebih khusus lagi tanah Anim Ha.
“Saya katakana lagi, sangat pantas api PON XX ada di Merauke. Mari kita berikan apresiasi kepada mantan atlet orang Marind yang telah mengharumkan nama daerah di tingkat nasional hingga dunia,” pintanya.
Baca juga: Kirab api PON XX Papua tiba di Wamena
Kabag Humas dan Protokoler Setda Merauke, Mike Walinaulik, mengaku sambutan masyarakat terhadap kehadiran api PON di wilayah selatan Papua yang berbatasan dengan PNG sangat luar biasa.
“Itu bisa dilihat di sepanjang jalan, baik masyarakat maupun anak sekolah ikut menyambut kehadiran api PON,” ungkapnya. (*)
Editor: Dewi Wulandari






