Papua No.1 News Portal | Jubi
Jakarta, Jubi – tercatat dua jurnalis permepuan di afganistan tewas dalam sebulan ini. Terbaru kematian jurnalis, Malalai Maiwand yang tewas ditembak pada Kamis, (10/12/2020) kemarin.
Juru Bicara Gubernur Provinsi Nangarhar, Attaullah Khogyani beserta pihak rumah sakit mengonfirmasi kematian jurnalis perempuan yang juga aktif mengadvokasi isu hak-hak perempuan tersebut.
“Siapa yang punya masalah dengan perempuan yang bekerja untuk publik di Afghanistan?” tulis Wakil Juru Bicara Presiden, Fatima Murchal melalui akun pribadi Twitter. Fatima menilai para pelaku pengecut dan tak bisa dimaafkan, bahkan setelah perdamaian.
Baca juga : Jurnalis Rusia tewas bakar diri usai polisi gerebek apartemennya
Lagi, jurnalis di Meksiko tewas dibunuh
Jurnalis Meksiko ditemukan tewas luka tusuk
Berdasarkan laporan Enekaas TV–saluran televisi swasta tempat Maiwand bekerja–Malalai Maiwand tewas bersama sopirnya, Mohammad Tahir di Kota Timur Jalalabad saat mereka di tengah perjalanan kerja.
Jurnalis perempuan yang diserang pria tak dikenal bersenjata itu sebelumnya bicara tentang kesulitan menjadi reporter perempuan di bawah sistem patriarki ultra-konservatif Afghanistan. Kematian Maiwand terjadi ketika tokoh-tokoh terkemuka di negara tersebut jadi target pembunuhan seiring meningkatkan kasus kekerasan. Kendati, sempat ada pembicaraan ihwal upaya damai yang sedang berlangsung antara pemerintah dan kelompok Taliban.
Berbagai kecaman muncul sebagai respons atas tindakan keji tersebut. Laporan AFP menyebut Juru Bicara Presiden Ashraf Ghani Sediq Sediqqi mengutuk pembunuhan Maiwand.
“Serangan teroris pada Malalai Maiwand sungguh mengejutkan dan sangat tercela. Kekerasan yang tidak masuk akal yang menghabisi nyawa rakyat sendiri harus segera diakhiri,” tulis Ghani .
Pembunuhan Maiwand terjadi selang beberapa pekan setelah reporter Radio Liberty Aliyas Dayee tewas dalam serangan bom mobil di Lashkar Gah. Organisasi HAM Human Right Watch mengungkapkan Dayee sebelumnya mendapat ancaman dari kelompok Taliban.
Kelompok ISIS mengaku bertanggung jawab atas kematian Malalai Maiwand, jurnalis yang juga aktif mengadvokasi isu hak-hak perempuan itu.
Dalam pernyataan di saluran resminya di Telegram, ISIS mengatakan Maiwand menjadi target karena dia setia kepada rezim Afghanistan yang dinilai murtad.
ISIS selama ini telah mengklaim sejumlah serangan mematikan di Provinsi Nangarhar. Meski kelompok Taliban juga beroperasi di wilayah itu.
Kamis malam, otoritas Afghanistan mengatakan badan intelijen negara telah menangkap orang yang terlibat dalam pembunuhan Maiwand.
“Mereka yang ditangkap juga telah mengakui bahwa mereka menyerangnya,” tulis Gubernur Nangarhar Ziaulhaq Amarkhil di halaman Facebook.
Juru Bicara Kementerian Dalam Negeri Tariq Arian mengatakan dua orang telah ditangkap. (*)
CNN Indonesia
Editor : Edi Faisol





