Papua No. 1 News Portal | Jubi
Banda Aceh, Jubi – Dua imigran illegal Rohingya asal Myanmar yang terdampar di Lhokseumawe, Aceh, meninggal dunia. Kedua imigran bernama Nurkhalimah dan Hilal itu meninggal di tempatnya bekerja pada Kamis (10/9/2020). “Sudah dua. Jenazah yang sekarang awalnya dia menderita sesak nafas dan hernia,” ujar Kabag Humas Rumah Sakit Umum Cut Meutia (RSUCM), Jalaluddin, Jum’at, (11/9/2020).
Jalaluddin mengatakan jasad kedua imigran tersebut akan dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kuta Blang, Lhokseumawe. Keduanya merupakan bagian dari 297 imigran Rohingya yang terdampar di pesisir Pantai Ujong Blang, Lhokseumawe, pada Senin (7/9/2020).
Baca juga :Malaysia cegat perahu pengangkut warga Rohingya
Myanmar diadukan ke Mahkamah Internasional terkait genosida Rohingya
Negara anggota ASEAN segera bentuk gugus tugas repatriasi Rohingya
Juru Bicara Satgas Penanganan Rohingya, Marzuki, mengatakan bahwa sebagian dari imigran itu mengalami sakit gatal, lambung, diare, sesak napas, dan kaki bengkak karena terombang-ambing di lautan selama berbulan-bulan.
“Tim medis dari Dinas Kesehatan Lhokseumawe sudah menangani mereka dengan memberikan vitamin dan antibiotik,” kata Marzuki.
Ia mengakui kondisi imigran tidak terlalu stabil dan masih lemas. Selain itu, empat imigran Rohingya harus dirawat di RSUCM karena susah bernapas, bahkan tidak bisa berjalan.
“Saat ini sudah ada empat pasien, dua perempuan dan dua laki-laki. Sebelumnya kondisi fisik mereka sangat lemas diakibatkan karena sudah berbulan-bulan di laut, tetapi sekarang sudah membaik,” kata Marzuki menjelaskan. (*)
CNN Indonesia
Editor : Edi Faisol





