Papua No.1 News Portal | Jubi
Buka, Jubi – Presiden Bougainville yang baru, Ishmael Toroama, telah mengklarifikasikan laporan di surat kabar the Australia mengenai urusan bisnisnya dan konflik kepentingan.
Surat kabar tersebut mengklaim bahwa Toroama, yang baru menjabat sebagai presiden di wilayah otonomi Papua Nugini itu selama lebih dari sebulan, adalah pemegang saham utama sebuah perusahaan bernama Bougainville Sustainable Timber Resources.
Menurut laporan koran itu, perusahaan tersebut saat ini sedang mencari investor baru untuk melakukan investasi Bougainville dan menyombongkan memiliki ‘koneksi politik dengan kantor presiden.’ Surat kabar the Australia melaporkan bahwa perusahaan tersebut memberikan jaminan “karena hubungan politik kami dengan kantor presiden di Bougainville, yang berupaya untuk mempercepat Bougainville mencapai kemandirian ekonomi, kami memiliki posisi unik untuk membahas pertambangan tembaga, izin minyak dan gas, izin perikanan, dan segmentasi pasar lainnya yang menguntungkan di Bougainville.”
Namun Toroama menanggapi dengan mengeluarkan pernyataan yang menegaskan bahwa transaksi bisnisnya di masa lalu ia lakukan sebagai warga sipil biasa, dan sahamnya di perusahaan tersebut sedang didivestasikan kepada pihak ketiga.
Ia menerangkan perusahaan Bougainville Sustainable Timber Resources Limited didirikan dengan tujuan untuk mendatangkan investor asing ke Bougainville agar terlibat dalam industri penebangan yang berkelanjutan serta proyek-proyek emas aluvial.
Toroama menambahkan “model bisnis yang diusulkan agar digunakan oleh perusahaan itu cukup mudah; mengidentifikasikan sebuah proyek pembangunan di Bougainville, menentukan investor yang dapat dipercaya, bekerja sama dengan Pemerintah Otonomi Bougainville dan memajukan proyeknya.”
Ia menegaskan dia ingin menghentikan desas-desus yang beredar bahwa dia akan memungkinkan kronisme dan mitra-mitra bisnisnya untuk menciptakan monopoli atas sumber daya Bougainville.
“Itu adalah sebuah preseden buruk yang telah diciptakan oleh pemerintah di masa lalu dan kepemimpinan saya tidak akan dinodai olehnya. Sejak awal, tidak ada investasi asing di Bougainville yang bisa dilakukan di luar ranah UU Bougainville Inward Investment Act 2014”, tegasnya. (RNZI)
Editor: Kristianto Galuwo






