
Jayapura, Jubi – Setelah ditunjuk sebagai pengontrol seluruh rumah sakit yang ada di Papua, kini Dinas Kesehatan (Dinkes) provinsi Papua diminta untuk mengemas program yang mengatur soal pemberian penghargaan (reward) bagi petugas yang bergerak di bidang kesehatan.
Sekretaris Daerah Papua Hery Dosinaen kepada pers, di Jayapura, Minggu (17/4/2016) mengatakan pemberian reward berlaku bagi semua petugas di bidang kesehatan, mulai dari dokter spesialis hingga perawat yang bekerja di rumah sakit.
“Tolong kemas semua ini, saya harap bisa menerima laporan untuk dikaji bagaimana untuk bisa diaplikasikan,” katanya.
Mengenai keberadaan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jayapura, Dosinaen menilai para dokter memiliki pengalaman yang sangat luar biasa di bidang kesehatan. Untuk itu Josef Rinta selaku direktur baru diminta untuk melihat organisasi yang ada pada rumah sakit tersebut.
“Lakukan koordinasi secara vertikal, horisontal dan diagonal. Komunikasikan dengan pejabat lama dan teman teman semua. Jadikan rumah sakit ini menjadi satu kesatuan yang utuh, tidak ada pemisahan satu sama lain, semua merupakan satu sistem kesatuan yang utuh untuk melayani masyarakat,” ujarnya.
Untuk itu, ujar Dosinaen, dirnya sudah memerintahkan Josef Rinta untuk melaksanakan tugas yang baru dengan baik, dengan merangkul seluruh staf guna bersinergi dalam melaksanakan tugas. Pasalnya pelayanan kesehatan kunci utama dan orang asli Papua tidak boleh dipungut biasa kesehatan.
“Buktikan semua ini berjalan dengan baik. Tetap lakukan komunikasi dengan pejabat lama dan semua pihak. Mari kita semua satukan tangan bahu membahu untuk melayani masyarakat Papua harus bangkit, mandiri dan sejahtera,” kata Dosinaen.
Dia menambahkan kesejahteraan pegawai menjadi perhatian dan disiplin menjadi tanggung jawab semua. “Disiplin kerja bukan karena takut dengan atasan atau bukan karena maksud tertentu, tetapi disiplin harus berdasarkan atas kesadaran yang terlahir dari hati,” pungkasnya.
Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Papua, Aloysius Giyai mengatakan pihaknya tetap memantau kinerja setiap pelayan kesehatan di masing-masing kabupaten dan kota se-Papua. Pada 2015 ada sembilan kabupaten yang mendapat raport merah, lima diantaranya wilayah pegunungan seperti Pegunungan Bintang, Nduga, Puncak, Dogiyai, Puncak Jaya, Deiyai, Intan Jaya, dan Yahukimo.
“Sementara kabupaten sisanya berada di wilayah pesisir, yakni Memberamo Raya,” katanya.
Giyai menyatakan, pihaknya bakal segera berkoordinasi dengan sembilan kabupaten yang mendapat raport merah, guna memberikan pendampingan agar pada tahun ini bisa meningkat.
“Kami mengumumkan bukan untuk mencari kesalahan tapi untuk memotivasi supaya yang mendapat rapor merah bisa meningkat,” ujarnya lagi.
Sementara kabupaten yang mendapat rangking teratas, yaitu Kabupaten Jayapura pada peringkat pertama menyusul Kota Jayapura dan Keerom di tempat kedua dan ketiga. Bagi wilayah Pegunungan, Kabupaten Paniai berada di urutan terbaik disusul Jayawijaya dan Yahukimo. (*)